Kue Topping Rambut Kemaluan Viral di Jakarta

Rini S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kue Topping Rambut Kemaluan Viral di Jakarta

Gambar atau konten salah?

Sebuah kue dengan tampilan yang cukup mengejutkan kini mulai dijual di Indonesia. Kue ini memiliki topping yang sekilas sangat mirip dengan rambut kemaluan. Sebelumnya, kue serupa sempat viral di Thailand, dan kini hadir di Jakarta.

Fenomena kue dengan tampilan unik dan nyeleneh memang sedang marak di media sosial. Setelah Croissant Pattaya menjadi perbincangan, giliran bento cake dengan topping kontroversial ini yang mencuri perhatian. Penampilannya yang tidak biasa sukses membuat orang salah fokus dan memicu beragam komentar dari warganet. Meskipun terbilang kontroversial, banyak orang yang penasaran dan ingin mencicipi rasa dari kue unik ini.

Di Jakarta, kue ini bisa didapatkan di Martinee Cakery, sebuah toko roti yang memiliki cabang di Tangerang dan Jakarta. Toko ini menawarkan dua varian ukuran, yaitu whole cake dengan diameter 14 cm dan bento cake berdiameter 10 cm. Tim detikFood penasaran dan memutuskan untuk membeli bento cake seharga Rp135.000. Kue tersebut dikirim dari kawasan Green Lake, Jakarta Barat, dan bisa dipesan secara langsung atau on the spot.

Kue tart bento ini disajikan dengan butter cream berwarna putih polos. Bagian atasnya diberi topping berupa serat-serat hitam tipis yang sekilas memang sangat mirip dengan rambut kemaluan. Serat-serat hitam tersebut ternyata adalah fat choy, atau yang sering disebut sebagai sayur rambut. Fat choy merupakan sejenis rumput laut cyanobacteria atau ganggang hijau-biru yang tumbuh di daerah kering, seperti gurun di China dan Mongolia. Bentuknya memang berupa serat-serat hitam tipis yang menyerupai rambut, dengan tekstur yang mirip seperti bihun kering yang belum diseduh.

Fat choy ini sebenarnya edible atau aman untuk dikonsumsi. Namun, tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak karena saran penyajiannya adalah dengan cara diseduh terlebih dahulu. Secara keseluruhan, untuk kue tartnya sendiri terasa sangat enak. Teksturnya lembut, harum butter, dan terasa manis dengan sentuhan rasa vanila. Sementara itu, untuk fat choy-nya, memang sekilas terlihat mirip rambut kemaluan. Teksturnya kasar dan ketika dicicipi satu helai, tidak terasa apa pun alias tawar.

Tim kemudian mencoba memadukan kue dengan topping fat choy yang banyak. Tekstur fat choy-nya cukup mengganggu karena tidak bisa terputus saat dimakan. Namun, rasa kue bento yang manis dan buttery tetap mendominasi di lidah. Kue ini menjadi contoh bagaimana tren makanan bisa muncul dari hal-hal yang tidak terduga, memicu rasa penasaran dan perdebatan di saat yang bersamaan.

kue uniktopping kontroversialfat choyrambut kemaluanbento cakeJakartatren makanan

Komentar

Memuat komentar...