Nutri Level: Warna Label Gula Bantu Pilih Produk Sehat

Dani L. · 2 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Nutri Level: Warna Label Gula Bantu Pilih Produk Sehat

Gambar atau konten salah?

Produk yang menampilkan label less sugar semakin populer di kalangan konsumen yang peduli kesehatan. Namun, sistem pelabelan baru yang diberlakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan, yakni Nutri Level, diyakini memberi gambaran yang lebih akurat tentang kandungan gula, garam, dan lemak dalam makanan dan minuman.

Nutri Level menggunakan empat warna berbeda—merah, kuning, hijau muda, dan hijau—yang masing-masing menunjukkan tingkat kandungan gula. Merah menandakan gula sangat tinggi, kuning menandakan perlu hati-hati, hijau muda menunjukkan masih cukup sehat, dan hijau menandakan rendah gula. Sistem ini sudah disinkronisasi antara BPOM dan Kementerian Kesehatan sehingga standar pelabelan menjadi konsisten di seluruh produk.

Dalam diskusi di Leaders Forum "Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut" pada Jumat, 5 Juni 2026, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan: "Kalau labelnya merah, berarti kandungannya (gula) sangat tinggi. Kalau labelnya misalnya hijau tentu itu sehat, kalau hijau muda itu berarti masih sehatt, tapi kalau sudah kuning, perlu hati-hati," katanya.

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Mufti Mubarok, menambahkan bahwa label less sugar yang sering ditemui di berbagai varian produk memang membantu, namun masih dapat menjadi jebakan. Ia menyatakan: "Bagi konsumen sedikit menolong artinya mengurangi beberapa persen, tapi bahwa menurut kami masih jebakan batman," ia berseru.

Mufti menjelaskan bahwa meski produk diberi label less sugar, gula dalam kemasan mungkin saja dikurangi, namun bahan pengawet atau pengganti lainnya tetap digunakan. Oleh karena itu, penggunaan Nutri Level dengan warna yang jelas lebih menarik dan memudahkan konsumen dalam memilih produk rendah gula.

Ia juga menekankan pentingnya memeriksa keaslian produk. "Lebih baik nggak usah pakai itu, tapi kembali ke laptop, kembali ke label-label itu (nutrilevel) supaya jelas. Istilah-istilah itu kaya hantu, ada tapi tidak ada, tidak ada tapi ada," ujarnya.

Taruna Ikrar mengakui bahwa produk ilegal atau palsu banyak beredar. Ia menyarankan konsumen melakukan cek klik—memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluarsa—untuk menghindari produk yang tidak sah. Ia menutup dengan: "Dari pada bersembunyi di less sugar low sugar si no sugar dan sebagainya, lebih baik pakai kartunya Prof Ikrar yang memang warna warni, itu membantu sekali tetapi juga diperkuat lagi oleh BPOM soal keaslian, saya setuju," ia katakan.

Dengan adanya Nutri Level, konsumen kini dapat melihat secara visual tingkat gula dalam produk. Namun, tetap perlu waspada terhadap label less sugar yang tidak selalu mencerminkan kandungan gula yang sebenarnya. Memeriksa keaslian produk dan memahami sistem warna Nutri Level menjadi langkah penting dalam memilih makanan dan minuman yang lebih sehat.

Nutri Levellabel less sugarBPOMKementerian KesehatanKepala BPOM Taruna IkrarBPKN Mufti Mubarokgulakeaslian produk

Komentar

Memuat komentar...