Nyeri Dada Usia Muda, Jangan Anggap Sepele

Dwi H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Nyeri Dada Usia Muda, Jangan Anggap Sepele

Gambar atau konten salah?

Banyak orang mengira penyakit jantung hanya menyerang orang tua. Kenyataannya, gaya hidup masa kini yang penuh tekanan, kurang tidur, pola makan sembarangan, dan jarang bergerak membuat risiko gangguan jantung meningkat, bahkan di usia produktif.

Gejala awal seperti nyeri dada sering dianggap remeh. Banyak yang mengira itu hanya karena kelelahan, asam lambung, atau nyeri otot. Padahal, dalam kondisi tertentu, keluhan itu bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung yang butuh penanganan segera.

Dokter Spesialis Jantung dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp. JP (K), FIHA, FESC, FSCAI, mengatakan nyeri dada pada usia muda tetap perlu diperiksa. Penyebabnya bisa bermacam-macam.

"Nyeri dada yang muncul saat aktivitas, terjadi berulang, atau disertai gejala seperti sesak dan keringat dingin perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya secara tepat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai," jelas dr. Jeffrey dalam keterangan tertulis, Jumat (10 Juli 2026).

Keluhan khas akibat gangguan jantung biasanya terasa seperti dada ditekan atau tertindih benda berat, di bagian tengah dada. Rasa sakit ini bisa menjalar hingga ke lengan, leher, rahang, punggung, atau ulu hati.

Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung berdebar hebat

Meski mirip, nyeri jantung berbeda dengan nyeri otot atau lambung. Nyeri otot biasanya berubah jika tubuh digerakkan atau area dada ditekan. Sementara keluhan lambung lebih sering dipicu oleh makanan atau munculnya sensasi panas di dada. Karena itu, pemeriksaan medis mutlak diperlukan untuk diagnosis pasti.

"Risiko penyakit jantung pada usia muda tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga berbagai faktor risiko yang sering kali berkembang tanpa disadari. Kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kurang aktivitas fisik, hingga riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan jantung," tambah dr. Jeffrey.

Beberapa kondisi jantung bisa berkembang tanpa gejala khas. Deteksi dini menjadi langkah penting. Menjawab kebutuhan itu, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Heart & Vascular Center sebagai pusat pelayanan jantung dan pembuluh darah.

Layanan ini mengedepankan prinsip Advance Treatment, Team-Based Management, dan Emergency Excellence. Di dalamnya tersedia Cardiac Emergency 24/7 untuk penanganan gawat darurat jantung. Ada juga Chest Pain Unit yang digratiskan jika pasien tidak terbukti mengalami gangguan jantung.

Pasien dan keluarga juga mendapat pendampingan dari Cardiac Advisor. Mereka membantu mengkoordinasikan jadwal, prosedur, serta informasi perawatan secara lengkap.

Informasi lebih lanjut bisa didapat melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan Emergency Call 150990 atau melalui fitur emergency call di aplikasi MyCare. Lewat MyCare, masyarakat juga bisa memantau kebugaran via fitur Personal Health yang menghitung detak jantung, langkah kaki, pembakaran kalori, hingga indeks massa tubuh (BMI).

Penyakit jantung pada usia muda sering tidak disadari karena gejalanya mirip kondisi lain. Pemeriksaan dini dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama. Layanan seperti Heart & Vascular Center membantu memudahkan akses deteksi dan penanganan, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.

penyakit jantung usia mudanyeri dadagejala jantunggaya hidupfaktor risikodeteksi diniHeart & Vascular Center

Komentar

Memuat komentar...