Rumah Sakit Inggris Lumpuh, Operasi Dihentikan Akibat Panas
Gambar atau konten salah?
Gelombang panas ekstrem yang melanda Inggris tidak cuma bikin orang haus dan dehidrasi. Dampaknya sudah merembet ke fasilitas kesehatan, bahkan sampai melumpuhkan ruang operasi.
Suhu di dalam rumah sakit naik drastis. Dokter bedah di beberapa tempat terpaksa mengambil langkah yang tidak biasa: menghentikan operasi yang sedang berlangsung. Bukan karena alat rusak atau pasien kritis, tapi karena ruangannya terlalu panas.
Insiden ini terjadi di sejumlah rumah sakit di bawah naungan Layanan Kesehatan Nasional Inggris, atau NHS. Sistem pendingin udara atau AC di ruang operasi tidak sanggup menghadapi cuaca panas yang menyengat. Akibatnya, suhu di dalam operating theatre melonjak melewati batas aman medis.
Pihak otoritas kesehatan setempat membenarkan kondisi darurat ini. Mereka mengakui bahwa kegagalan sistem pendingin di tengah suhu ekstrem terlalu berisiko. Baik untuk pasien maupun staf medis.
"Kami terpaksa mengambil keputusan sulit untuk menunda sejumlah prosedur bedah demi keselamatan pasien. Suhu di beberapa ruang operasi telah melampaui batas standar aman yang diperbolehkan untuk melakukan tindakan bedah klinis," kata seorang juru bicara rumah sakit NHS dalam pernyataan resmi kepada The Telegraph.
Secara medis, ruang operasi harus tetap dingin dan stabil. Suhu rendah mencegah bakteri berkembang biak dan menjaga sterilitas peralatan bedah. Kalau suhu ruangan melonjak karena gelombang panas, risiko infeksi luka operasi pada pasien naik berkali-kali lipat.
Dokter bedah juga kena dampaknya. Mereka harus memakai pakaian operasi berlapis-lapis dan alat pelindung diri lengkap. Tanpa AC yang berfungsi, mereka cepat lelah dan kepanasan. Kondisi fisik yang menurun ini berbahaya. Operasi butuh presisi tinggi. Kalau dokter kelelahan, risiko medical error atau kesalahan medis jadi lebih besar.
Seorang sumber medis internal menggambarkan situasi di dalam ruang bedah saat AC mati total. "Bekerja dalam pakaian bedah berlapis di bawah lampu operasi yang panas tanpa AC yang berfungsi adalah hal yang mustahil. Fokus kami terganggu, dan yang paling utama, lingkungan ini tidak lagi steril dan aman untuk pasien yang terbuka di meja operasi," ujar staf medis yang tidak mau disebut namanya.
Akibat kerusakan sistem pendingin ini, rumah sakit terpaksa menunda atau bahkan membatalkan ratusan jadwal operasi elektif—operasi non-darurat yang sudah direncanakan sebelumnya. Langkah ini diambil supaya ruang operasi yang masih berfungsi normal bisa diprioritaskan untuk kasus darurat yang mengancam nyawa.
Manajemen rumah sakit sekarang berlomba dengan waktu. Mereka berusaha memperbaiki sistem pendingin udara dan memperketat pemantauan suhu di fasilitas kesehatan. Sementara itu, masyarakat diminta menjaga hidrasi dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat puncak gelombang panas. Tujuannya, menekan lonjakan pasien di instalasi gawat darurat.
Gelombang panas ini bukan sekadar cuaca panas biasa. Dampaknya sudah langsung terasa di ruang operasi, tempat yang seharusnya paling steril dan terkontrol. Ketika AC mati, operasi berhenti. Dan itu bukan keputusan yang diambil dengan enteng.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PP Rp20 Triliun BPJS Kesehatan Masih Tertahan
Mayapada Healthcare Buka RS Kedelapan di Jakarta Timur
BPOM Jalin Kerja Sama dengan Otoritas Obat India
Menteri Kesehatan Evaluasi PPDS Unsrat Usai Dokter Tewas
WHO Peringatkan Kasus Kanker Bisa Tembus 35 Juta pada 2050
Minum Susu Bisa Bikin Tinggi? Ini Fakta Medisnya