12.656 Barang Tertinggal di KAI, Nilainya Capai Rp8,8 Miliar

Kartika D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
12.656 Barang Tertinggal di KAI, Nilainya Capai Rp8,8 Miliar

Gambar atau konten salah?

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat ada 12.656 barang yang tertinggal di stasiun dan di dalam kereta api. Total nilai barang-barang itu diperkirakan mencapai Rp 8.861.383.500. Semua barang ini ditangani melalui layanan Lost and Found milik KAI.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, mengatakan bahwa penanganan barang yang tertinggal adalah bagian penting dari pengalaman pelanggan saat menggunakan jasa kereta api. Menurutnya, ketika penumpang sadar barangnya ketinggalan, mereka butuh respons cepat, kemudahan mendapatkan informasi, keamanan penyimpanan, dan kepastian dalam proses verifikasi.

"Customer experience dibangun dari perjalanan yang aman, informasi yang mudah diakses dan kepastian saat pelanggan membutuhkan bantuan. Melalui layanan Lost and Found, setiap barang temuan dicatat, didokumentasikan, diamankan dan diverifikasi agar penanganannya berlangsung tertib serta dapat dipertanggungjawabkan," ujar Anne dalam keterangan tertulis pada Jumat, 10 Juli 2026.

Dilihat dari jenisnya, barang-barang yang ditemukan selama periode Januari hingga Juni 2026 terdiri dari 622 makanan, 9.165 barang kategori biasa, dan 2.869 barang berharga. Barang kategori biasa meliputi tas, pakaian, botol minum, payung, pengisi daya, buku, dan berbagai perlengkapan perjalanan lainnya.

Sementara itu, barang berharga mencakup telepon genggam atau handphone, laptop, dompet, perhiasan, uang tunai, dan dokumen penting. Beragamnya jenis barang ini menunjukkan bahwa satu barang yang tertinggal bisa memiliki nilai ekonomi, fungsi penting, atau nilai pribadi yang sulit digantikan bagi pemiliknya.

"Bagi pelanggan, barang tertinggal dapat memengaruhi kelanjutan perjalanan, aktivitas pekerjaan, hingga akses terhadap dokumen penting. Karena itu, petugas menjalankan setiap tahapan secara teliti mulai dari pencatatan, penyimpanan, pencocokan data, hingga verifikasi kepemilikan," tutur Anne.

Dari sisi wilayah, jumlah barang temuan terbanyak tercatat di Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya dengan 3.050 barang. Setelah itu, Daop 1 Jakarta mencatat 2.611 barang, Daop 5 Purwokerto 1.952 barang, Daop 2 Bandung 1.479 barang, dan Daop 4 Semarang 1.284 barang.

Penyebaran ini menunjukkan bagaimana layanan Lost and Found dijalankan di berbagai wilayah operasional KAI. Petugas di stasiun dan di dalam kereta api bertugas mengamankan barang yang ditemukan, mencatat ciri-cirinya secara rinci, serta menghubungkan laporan pelanggan dengan data barang temuan.

Anne menjelaskan, barang yang ditemukan di kereta api atau stasiun akan diumumkan terlebih dahulu melalui pengeras suara. Jika belum ada penumpang yang mengambil, petugas akan mengamankan, mendata, mendokumentasikan, memasukkannya ke dalam sistem Lost and Found, serta menyimpannya sesuai kategori dan prosedur yang berlaku.

Penumpang yang masih dalam perjalanan bisa segera melapor kepada kondektur, petugas keamanan, atau Customer Service on Train. Setelah tiba di stasiun, laporan bisa disampaikan kepada Customer Service on Station, petugas keamanan, atau petugas layanan Lost and Found.

Bagi penumpang yang tidak bisa melapor secara langsung, mereka dapat menghubungi Contact Center KAI 121. Agar proses pencarian lebih cepat, pelanggan perlu menyampaikan ciri-ciri barang secara rinci, tanggal dan waktu perjalanan, nama kereta api dan relasi perjalanan, nomor tempat duduk, kode booking, serta lokasi terakhir barang terlihat.

Jika barang ditemukan, petugas akan mencocokkan laporan dengan data barang temuan. Pelanggan harus menunjukkan identitas, tiket atau kode booking, serta menjelaskan ciri khusus barang sebagai bagian dari verifikasi kepemilikan.

"Setelah data dinyatakan sesuai, serah terima dilakukan melalui pendataan dan dokumentasi resmi. Layanan Lost and Found KAI tidak dipungut biaya," jelas Anne.

KAI mengimbau pelanggan untuk menyimpan barang berharga di tempat yang mudah diawasi dan memberi label nama atau nomor kontak pada tas maupun koper. Sebelum turun, penumpang disarankan memeriksa kembali rak bagasi, area kursi, meja lipat, stopkontak, kantong kursi, serta bagian bawah tempat duduk.

"Luangkan waktu sejenak untuk mengecek seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta api atau meninggalkan stasiun. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat ditemukan. KAI akan terus memperbaiki kualitas layanan agar setiap pelanggan memperoleh respons yang cepat, jelas, aman dan dapat dipercaya," tutup Anne.

Dari data ini terlihat bahwa sebagian besar barang yang tertinggal adalah barang kategori biasa, bukan barang berharga. Namun, jumlah barang berharga yang mencapai hampir 2.900 unit tetap cukup signifikan. Layanan Lost and Found KAI menjadi salah satu cara untuk mengurangi kerugian penumpang dan menjaga kepercayaan terhadap layanan kereta api.

barang tertinggalKAILost and Foundkereta apipenumpangverifikasi kepemilikanbarang berharga

Komentar

Memuat komentar...