OPEC+ Naikkan Target Produksi 188.000 Barelnya Hari

Bambang W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
OPEC+ Naikkan Target Produksi 188.000 Barelnya Hari

Gambar atau konten salah?

OPEC+ telah memutuskan untuk menaikkan target produksi minyaknya. Keputusan ini datang setelah rapat yang dihadiri oleh tujuh dari 21 anggota, yaitu Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Rusia, dan Oman, pada 07 Juni 2026. Tujuh negara tersebut adalah satu-satunya yang biasanya mengambil keputusan kebijakan produksi kelompok ini.

Keputusan tersebut muncul di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang telah memotong aliran minyak global melalui Selat Hormuz. Krisis pasokan energi ini menjadi lebih parah ketika Uni Emirat Arab resmi keluar dari kelompok setelah hampir enam dekade berpartisipasi. Akibatnya, tujuh anggota inti OPEC+ harus meningkatkan kuota produksi mereka secara signifikan.

Data OPEC menunjukkan bahwa produksi mentah turun drastis. Pada April 2026, produksi rata-rata mencapai 33,19 juta barel per hari, turun dari 42,77 juta pada Februari 2026. Untuk menanggapi penurunan ini, OPEC+ memutuskan pada 07 Juni 2026 untuk menaikkan target sebesar 188.000 barel per hari mulai Juli 2026.

Rencana kenaikan ini sebanding dengan penyesuaian pada bulan Juni 2026, yang sebelumnya menurunkan target bulanan sebesar 206.000 barel per hari pada bulan Mei 2026 dan April 2026 untuk mengimbangi keluarnya Uni Emirat Arab. Selain itu, kuota produksi Irak direncanakan akan meningkat 26.000 barel per hari mulai Juli 2026.

“Peningkatan target ini sama dengan kenaikan pada Juni, yang disesuaikan turun dari kenaikan bulanan sebesar 206.000 barel per hari pada bulan Mei dan April untuk memperhitungkan keluarnya Uni Emirat Arab,” kata OPEC dalam sebuah pernyataan.

Namun, Jorge Leon, analis di Rystad dan mantan pejabat OPEC, menilai bahwa peningkatan produksi tidak akan berdampak signifikan selama Selat Hormuz tetap tertutup. “Peningkatan produksi OPEC+ tidak berarti banyak selama Selat Hormuz tetap tertutup,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ketika Selat Hormuz dibuka kembali, pasar dapat dengan cepat beralih dari kekhawatiran akan kekurangan menjadi kekhawatiran akan kelebihan pasokan.”

Dengan langkah ini, OPEC+ berusaha menstabilkan pasokan minyak dunia di tengah ketidakpastian geopolitik. Meskipun target produksi meningkat, kondisi di Selat Hormuz tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika pasar minyak global. Peningkatan kuota ini mencerminkan upaya kelompok pengekspor minyak untuk menyesuaikan diri dengan perubahan aliran pasokan dan menjaga keseimbangan harga di pasar internasional.

OPEC+Produksi minyakSelat HormuzUni Emirat ArabKetegangan AS-IranKenaikan targetPasokan energi

Komentar

Memuat komentar...