Orang Tua Mahasiswa Datangi Bupati Pati, Beasiswa Garuda Macet 3 Bulan

Sinta R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Orang Tua Mahasiswa Datangi Bupati Pati, Beasiswa Garuda Macet 3 Bulan

Gambar atau konten salah?

Puluhan orang tua mahasiswa penerima Beasiswa Garuda dari Pemerintah Kabupaten Pati mendatangi kantor bupati pada Senin pagi, 06 Juli 2026. Mereka mengeluhkan dana beasiswa yang tidak kunjung cair selama tiga bulan terakhir. Akibatnya, beberapa mahasiswa bahkan terpaksa berhenti kuliah karena kesulitan biaya.

Sekitar pukul 09.30 WIB, massa berkumpul di halaman Kantor Bupati Pati. Beberapa perwakilan orang tua kemudian bertemu langsung dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, untuk menyampaikan keluhan mereka.

Salah satu orang tua mahasiswa, Gito Anggoro, mengungkapkan bahwa anaknya sedang menempuh pendidikan di semester 3 di Kampus Utidar Magelang. Beasiswa Garuda dari Pemkab Pati yang seharusnya menjadi penopang biaya hidup anaknya selama kuliah, tiba-tiba berhenti.

"Menanyakan bagaimana beasiswa selama tiga bulan ini berhenti. Dampaknya selama tidak cair, anak ini ada 3-5 anak yang drop out dari kuliah, karena anak-anak ini benar-benar berharap sekali ada beasiswa untuk menopang kehidupan di kos (saat kuliah)," jelas Gito di lokasi.

Gito mengaku berasal dari keluarga kurang mampu. Anaknya sangat terbantu dengan program Beasiswa Garuda yang memberikan dana sebesar Rp 1 juta per bulan. Namun, selama tiga bulan terakhir, bantuan itu tidak ada. Kondisi ekonomi yang sulit ditambah istrinya yang sedang sakit membuat situasi semakin berat.

"Ketika belum audiensi ini kami sudah iuran atau donasi untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan, karena tadi ada yang drop out sampai ada yang keluar dari kos tidak bayar," kata Gito.

Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif dari bupati sebelumnya, Pak Sudewo. Saat itu, program ini disosialisasikan kepada warga dan memiliki surat keputusan (SK) yang jelas. Beasiswa sebesar Rp 1 juta per bulan ditujukan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sedang berkuliah.

Gito berharap pemerintah segera mencairkan kembali beasiswa tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu orang tua dengan pendapatan pas-pasan untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.

"Kami berharap mudah-mudahan yang kami harapan terealisasikan dengan baik, bagi pemangku kebijakan benar-benar menyalurkan beasiswa kepada anak-anak untuk proses belajar," jelasnya.

Dedi Gunawan, pendamping para orang tua, mengatakan bahwa kedatangan mereka adalah untuk meminta kejelasan mengenai kelanjutan Beasiswa Garuda. Program ini sudah berhenti selama tiga bulan, dan para orang tua ingin tahu penyebabnya serta kapan dana akan kembali dicairkan.

"Ini tadi kita melakukan audiensi dengan Plt Bupati Pati karena program beasiswa garuda berhenti selama 3 bulan ini," jelasnya.

Menurut Dedi, ada sekitar 30 hingga 40 orang tua yang ikut dalam aksi di Pendopo Kabupaten Pati hari ini. Total penerima Beasiswa Garuda di Pati sendiri mencapai 183 mahasiswa.

"Yang datang ada 30-40 orang tua bersama anaknya. Total ada 183 penerima beasiswa garuda," jelasnya.

Menanggapi keluhan para orang tua, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra berjanji akan segera mencairkan beasiswa yang tertunda. Pencairan direncanakan dilakukan minggu depan.

"Rencana minggu depan sudah kita laksanakan pengiriman 3 bulan yang tertunda," kata Chandra saat ditemui di Kantor Bupati Pati.

Chandra memastikan bahwa Pemkab Pati akan mencairkan kembali beasiswa tersebut. Beasiswa yang berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan ini rencananya akan dicairkan setiap tiga bulan sekali.

"Untuk 3 bulan ke depan itu, bulan depan kita kirimkan hak-hak penerima beasiswa. Karena memang ini tanggung jawab, uangnya baru turun minggu kemarin dari Baznas akan membantu. Artinya untuk 3 tahun ke depan bahwa hak mereka akan didapatkan semestinya sesuai dengan sebelumnya," ungkap dia.

Keterlambatan pencairan selama tiga bulan ini, menurut Chandra, disebabkan oleh beberapa perusahaan yang terlambat menyalurkan dana CSR mereka. Beberapa perusahaan donatur baru mencairkan anggaran pada awal bulan Juli 2026.

"Dari bank BPD Jateng 1 Juli baru keluar. Perusahaan baru akhir Juni, beberapa perusahaan belum ngabarin ke kita," jelasnya.

Program Beasiswa Garuda dari Pemkab Pati memang dirancang untuk membantu mahasiswa kurang mampu. Dengan adanya kepastian pencairan minggu depan, para mahasiswa diharapkan bisa kembali fokus pada kuliah mereka tanpa terbebani masalah biaya hidup.

beasiswa garudaPatipencairan danamahasiswadrop outkeluhan orang tuaCSR

Komentar

Memuat komentar...