Tabung Gas Bocor, Tiga Orang Luka Bakar

Ningsih R. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Tabung Gas Bocor, Tiga Orang Luka Bakar

Gambar atau konten salah?

Kebocoran tabung gas elpiji diduga menjadi penyebab kebakaran di sebuah warung makan yang berlokasi di Jalan Veteran, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar, yakni Muhammad Arifin (40) yang merupakan pegawai warung, dan Intan (15), seorang anak.

Antiani (34), istri korban yang juga bekerja di warung tersebut, menceritakan kronologi kejadian. Pada Senin, 06 Juli 2020, sekitar pukul 09.30 WIB, ia hendak mengganti tabung gas di dapur. Namun, saat akan melakukannya, ia mendengar suara mendesis yang keras.

"Saya mau ganti gas. Malah suaranya 'ces' banter gitu," ujar Antiani saat ditemui di lokasi kejadian.

Wanita asal Grobogan itu kemudian memanggil suaminya untuk menangani masalah tersebut. Arifin lalu membawa tabung gas yang bocor itu ke kamar mandi yang berada di samping dapur.

"Saya panggil suami saya, 'Pak, gasnya bocor'. Dibawalah ke kamar mandi ditaruh di dalam ember, tapi masih belum ada apinya," jelasnya.

Antiani mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana api mulai muncul. Pasalnya, ia bersama anaknya langsung berlari ke bagian depan warung karena ketakutan.

"Kalau muncul apinya itu saya nggak tahu. Saya lari ke depan gendong anak kecil saya kan takut, tapi di sini sudah ada apinya. Tapi apinya dari mana, nggak tahu," katanya.

"Tahu-tahu saya ke belakang, suami saya sudah kebakaran semuanya dari rambut sampai kaki," lanjutnya.

Ia menjelaskan, baju dan celana yang dikenakan Arifin tidak ikut terbakar. Namun, bagian rambut hingga kakinya mengalami luka bakar. "Ini rambut sama wajahnya terbakar. Sama tangannya sama kakinya itu yang melepuh," sebutnya.

Pihak warung segera membawa Arifin ke RSU William Booth untuk mendapatkan penanganan medis. Antiani menyebut suaminya saat itu mendapatkan perawatan di IGD.

"(Dilarikan ke rumah sakit mana?) William Booth. Tadi dibawa teman saya ke sana. Tadi di dalam IGD," jelasnya.

Tidak hanya suaminya, Antiani juga menyebut bahwa anaknya, Intan (15), mengalami luka bakar di bagian telapak kaki. Dirinya pun turut mengalami luka bakar di bagian kaki.

"Itu di bagian kakinya. Saya juga nggak tahu anak saya juga terbakar. Saya kan lari ke depan sama anak saya yang kecil. Kalau yang besar nggak tahu kalau kebakar kakinya, bagian telapak kanan sama kiri," sebutnya.

"Tadi saya juga terbakar di bagian kaki. Saya tadi kasih bioplacenton (obat bakar untuk dirinya dan anaknya). Tadi juga ada ambulans ke sini, diobati sama ambulans," imbuhnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan luka bakar yang dialami Antiani terdapat di kedua jari-jari kakinya. Jemari kakinya tampak memerah dan terdapat kulit yang melepuh di beberapa bagian.

Api berhasil dipadamkan oleh para karyawan warung. Beruntung, kobaran api tidak menjalar ke ruangan lain.

"Tadi dipadamkan sama teman-teman pakai air di sini," pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat menangani tabung gas, terutama jika tercium bau atau terdengar suara yang menandakan kebocoran. Langkah cepat yang diambil para karyawan untuk memadamkan api mencegah kerusakan yang lebih luas, meskipun tiga orang tetap harus menanggung akibat luka bakar dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

kebocoran tabung gaskebakaran warung makanluka bakarkronologi kejadianSemarang Selatantabung gas elpijipemadaman api

Komentar

Memuat komentar...