Jembatan Serayu Banyumas Dibuka, Antrean Mengular 1 Km

Dian P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jembatan Serayu Banyumas Dibuka, Antrean Mengular 1 Km

Gambar atau konten salah?

Jembatan Serayu yang menghubungkan Kecamatan Banyumas dengan Kecamatan Kalibagor resmi dibuka kembali untuk kendaraan pada Senin pagi, 06 Juli 2026. Pembukaan ini terjadi lebih cepat dari jadwal yang semula direncanakan. Warga dan pengendara sudah berkumpul sejak sebelum pukul 08.00 WIB, menunggu momen tersebut.

Antusiasme terlihat jelas. Sejumlah truk besar bahkan memilih berhenti di pinggir jalan daripada harus mencari jalur alternatif yang lebih panjang. Akibatnya, antrean kendaraan sempat mengular hingga sekitar satu kilometer, tepatnya sampai simpang SMKI di sisi selatan jembatan.

Tomi Luqman Hakim, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas, mengatakan proses pembukaan berjalan lancar. Petugas mulai membuka pagar seng penutup sekitar pukul 08.02 WIB. "Alhamdulillah tadi pembukaan Jembatan Serayu Banyumas lancar, dibuka tadi jam 08.02 WIB. Sebelum jam 08.00 WIB sebenarnya sudah banyak masyarakat yang menunggu," kata Tomi.

Menurutnya, kendaraan sudah mulai mengantre sejak pukul 07.30 WIB. Bukan hanya kendaraan pribadi, truk-truk besar juga ikut menunggu. "Tadi malah truk-truk besar parkir di pinggir jalan. Daripada harus muter mereka memilih menunggu dibuka. Kendaraan mengular kurang lebih sekitar satu kilometer sampai simpang SMKI di arah selatan jembatan. Tapi sekarang sudah lancar," ujarnya.

Pedagang yang hendak menuju pasar juga ikut mengantre dari arah utara, tepatnya di kawasan Kaliori. Begitu jembatan dibuka, arus lalu lintas sempat padat karena kendaraan dari dua arah bergerak bersamaan. "Begitu dibuka sempat ada penumpukan arus lalu lintas, tapi tidak berlangsung lama, paling sekitar 15 sampai 20 menit," jelas Tomi.

Sekarang, arus lalu lintas di sekitar Jembatan Serayu sudah kembali normal. Kepadatan yang sebelumnya terjadi di jalur alternatif Papringan-Mandirancan juga berkurang drastis. "Kondisi lalu lintas di Pegalongan ramai lancar. Yang terlihat berkurang drastis itu di Papringan-Mandirancan. Biasanya jam 08.00 sampai 09.00 WIB ramai, sekarang sudah cukup lengang," katanya.

Meski lalu lintas sudah lancar, portal di jalur alternatif Papringan-Mandirancan masih terpasang. Itu karena kewenangan portal tersebut berada di tangan instansi pekerjaan umum. Sementara petugas Dishub sudah tidak lagi berjaga di lokasi. "Portal sejauh ini masih terpasang di jalan alternatif Papringan-Mandirancan karena itu wewenangnya PU. Yang jelas Dishub sudah tidak ada yang jaga, terakhir sif tadi jam 08.00 WIB," ungkap Tomi.

Tomi menegaskan pembukaan Jembatan Serayu ini bukan uji coba. Jembatan sudah dibuka untuk operasional normal. Penutupan kembali hanya akan dilakukan jika ada kondisi insidental. "Ini bukan uji coba, sudah dibuka. Kecuali kalau ada kondisi insidental yang mengharuskan ditutup kembali," tegasnya.

Seorang pengguna jalan bernama Nabil mengaku lega. Ia tidak perlu lagi memutar jauh atau menyeberang menggunakan perahu seperti saat jembatan ditutup. "Alhamdulillah sudah dibuka kembali Jembatan Serayu. Waktunya malah lebih cepat dari yang dijadwalkan, jadi jalannya juga lebih halus," ujarnya.

Nabil adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Jembatan Serayu adalah jalur yang setiap hari ia gunakan untuk berangkat kuliah. "Saya jadi nggak perlu memutar lagi. Kemarin juga sempat sekali menyeberang pakai perahu. Saya biasa pakai jembatan ini buat berangkat kuliah di UMP," pungkasnya.

Sebelumnya, pengerjaan renovasi Jembatan Serayu ditargetkan selesai pada 30 Juli 2026. Proyek ini semula direncanakan berlangsung selama 45 hari kalender, dimulai sejak 15 Juni 2026. Namun pekerjaan berhasil dirampungkan lebih awal karena dilakukan tanpa henti selama 24 jam.

Nandang Sungkono, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, mengatakan percepatan proyek terjadi karena sistem kerja penuh selama sehari semalam. "Selesai lebih cepat karena kita kerjakan 24 jam," kata Nandang pada Minggu, 05 Juli 2026.

Pembukaan jembatan ini memberikan dampak langsung pada mobilitas warga. Jalur alternatif Papringan-Mandirancan yang biasanya padat pada jam 08.00 sampai 09.00 WIB kini menjadi lengang. Arus lalu lintas di Pegalongan juga disebut ramai namun lancar. Meski portal di jalur alternatif masih terpasang, kewenangan penuh kini berada di tangan instansi pekerjaan umum, sementara Dishub telah menarik petugasnya.

Jembatan Serayudibuka kembaliarus lalu lintasantrean kendaraanpercepatan proyekmobilitas wargajalur alternatif

Komentar

Memuat komentar...