Pagar Roboh di Konser Denny Caknan, Dua Petugas Terluka

Ratna D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pagar Roboh di Konser Denny Caknan, Dua Petugas Terluka

Gambar atau konten salah?

Malam itu, Minggu 05 Juli 2026, konser gratis Denny Caknan berubah menjadi kacau. Ribuan orang memadati lokasi. Pagar pembatas roboh. Dua petugas terluka. Peristiwa ini terjadi di puncak acara soft launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC).

Sebenarnya, Kota Surabaya baru saja mendapatkan ruang baru untuk komunitas dan pelaku ekonomi kreatif. Eks Hi-Tech Mall, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik, resmi memulai babak baru. Soft launching SUBEC digelar pada hari yang sama, Minggu 05 Juli 2026.

Tapi peresmian yang digadang-gadang menjadi rumah kreativitas anak muda itu justru diwarnai kericuhan. Sekitar pukul 19.00 WIB, konser gratis Denny Caknan mulai berlangsung. Pagar pembatas di bagian depan SUBEC roboh. Penyebabnya? Aksi saling dorong penonton.

Area konser sudah penuh. Kapasitasnya tidak mampu menampung lagi. Sementara itu, ribuan warga yang masih berada di luar tetap berusaha masuk. Mereka ingin melihat Denny Caknan. Akibatnya, situasi tidak terkendali.

Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Keduanya bukan penonton biasa. Mereka adalah anggota Babinsa dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Tugas mereka mengamankan jalannya acara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, membenarkan kejadian itu. Pemerintah Kota Surabaya menyayangkan insiden yang mencoreng hari pertama pembukaan SUBEC.

"Jebolnya pagar pembatas itu, disebabkan adanya aksi dorong penonton yang menyaksikan pertunjukan musik di SUBEC," kata Eddy kepada wartawan, Minggu malam, 05 Juli 2026.

Konser Denny Caknan sendiri merupakan bagian dari rangkaian soft launching. Acara ini didukung oleh para sponsor. Masyarakat bisa menyaksikannya secara gratis. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Area konser penuh dalam waktu singkat.

Pintu masuk kemudian ditutup sekitar pukul 19.00 WIB. Alasannya, keselamatan. Tapi penutupan itu justru memicu penonton di luar pagar berusaha masuk secara bersamaan. Situasi menjadi tidak terkendali.

"Pagar yang jebol itu didorong secara paksa oleh penonton yang ingin masuk," ujar Eddy.

Dalam kejadian itu, dua petugas menjadi korban saat berusaha mengendalikan massa. "Ada anggota Babinsa dan PMK yang terluka," katanya.

Sebelum insiden terjadi, soft launching SUBEC berlangsung meriah. Pemerintah Kota Surabaya mengemas pembukaan kawasan eks Hi-Tech Mall sebagai Panggung Hiburan Rakyat. Acara ini terbuka gratis bagi masyarakat.

Peluncuran ini menjadi penanda perubahan fungsi eks Hi-Tech Mall. Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai sentra perdagangan perangkat elektronik kini disiapkan menjadi pusat ekonomi kreatif. Tempat ini diharapkan mewadahi UMKM, komunitas, pelaku industri kreatif, hingga generasi muda Surabaya.

Sejak siang, berbagai kegiatan digelar. Pengunjung bisa menikmati tenant yang mulai beroperasi. Ada pameran komunitas motor kustom. Ada pertunjukan musik akustik di sejumlah titik. Berbagai hiburan rakyat lainnya juga tersedia. Semua itu sebelum ditutup dengan konser Denny Caknan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan soft launching menjadi langkah awal. Tujuannya agar masyarakat mulai memanfaatkan kawasan tersebut. Sementara itu, pemerintah akan menyempurnakan berbagai fasilitas secara bertahap.

"Harapannya, tempat ini bisa menjadi ruang yang hidup, ramai dikunjungi anak muda dan komunitas, sehingga masyarakat Surabaya memiliki alternatif lokasi untuk berkegiatan sekaligus menikmati hiburan," kata Eri, Minggu 05 Juli 2026.

Menurut Eri, kawasan itu tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, tempat ini diharapkan menjadi tempat lahirnya talenta-talenta kreatif. Setelah soft launching, Pemerintah Kota Surabaya berencana mengundang investor dari luar Surabaya. Tujuannya memperkuat ekosistem industri kreatif di kawasan tersebut.

"Kami ingin kawasan ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda untuk berkarya dan berkembang. Bukan hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga tempat lahirnya kreativitas, kolaborasi, dan prestasi," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi. Ia menyebut eks Hi-Tech Mall kini resmi menjadi pusat kreativitas anak muda dan komunitas di Kota Surabaya.

"Jadi malam ini telah dibuka soft launching Eks Hi-Tech Mal. Ke depannya tempat ini akan digunakan sebagai tempat anak muda hingga komunitas di Surabaya," kata Herry.

Menurut Herry, Pemerintah Kota Surabaya masih terus melakukan berbagai penyempurnaan fasilitas. Tujuannya agar kawasan itu benar-benar mampu menjadi ruang yang bermanfaat bagi komunitas kreatif.

"Untuk sementara ini, masih proses untuk menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan oleh teman-teman komunitas. Dengan begitu kami harap ke depannya akan lebih banyak lagi komunitas yang masuk untuk menempati tenant yang sudah disediakan di Eks Hi-Tech Mal," jelasnya.

Ia berharap kawasan itu nantinya menjadi tempat bagi anak-anak muda Surabaya mengembangkan bakat. Mulai dari e-sport hingga berbagai aktivitas kreatif lainnya. "Karena pemkot ingin, tempat ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda ke depannya," pungkasnya.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa antusiasme publik terhadap ruang kreatif baru di Surabaya sangat besar. Namun, pengelolaan acara dan pengamanan perlu dievaluasi. Dua petugas yang terluka menjadi bukti bahwa kapasitas dan prosedur keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama saat menggelar acara gratis yang menarik massa dalam jumlah besar.

konser Denny Caknankericuhanpagar robohSurabaya Expo Centersoft launchingpetugas terlukaantusiasme publik

Komentar

Memuat komentar...