Kemendikdasmen Rilis Panduan MPLS 2026
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merilis panduan resmi untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026. Acara penyambutan siswa baru ini berlangsung selama lima hari, dari jenjang TK hingga SMA dan SLB. Setiap tingkat pendidikan punya rangkaian kegiatan yang berbeda.
Informasi ini disebarkan melalui akun Instagram resmi Kemendikdasmen, @cerdasrberkarakter.kemdikdasmen. Jadwalnya dimulai pada minggu pertama tahun ajaran baru. Sekolah-sekolah diharapkan menjadikan panduan ini sebagai acuan.
MPLS untuk TK
Untuk anak TK, kegiatannya dirancang agar mereka merasa diterima dan percaya diri. Hari pertama dimulai dengan salam sapa, doa, dan menyanyikan Indonesia Raya. Anak-anak juga diajak mengenal diri sendiri, teman, dan guru. Ada juga aktivitas menjelajah sekolah, makan sehat, bermain, dan refleksi.
Hari kedua ada permainan tebak gambar G7KAIHK. Hari ketiga fokus pada kebersihan sekolah dan siaga bencana lewat lagu. Hari keempat memperkenalkan konsep "Garis pilihanku" dan "Ayo, atur waktu layarmu". Hari kelima ditutup dengan gelang persahabatan dan berani tampil bersama.
MPLS untuk SD
Kegiatan MPLS SD lebih padat. Hari pertama meliputi upacara bendera, pengondisian kelas, dan tur sekolah bertajuk "Menemukan Harta Karun". Ada juga giat bersih "Operasi Semut". Hari kedua ada pertemuan pagi ceria, cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas. Sekolah diperkenalkan sebagai tempat yang ASRI (aman, sehat, resik, indah).
Hari ketiga ada storytelling tentang Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Hari keempat mencakup pengenalan tata tertib sekolah, cek kuku dan gigi, serta keadaban digital. Ada juga bahasan tentang bahaya Napza. Hari kelima ditutup dengan pengenalan kepanduan, ekstrakurikuler, dan unjuk minat bakat.
MPLS untuk SMP
Untuk jenjang SMP, MPLS Ramah 2026 bertujuan menciptakan pengalaman yang aman, nyaman, dan bermakna. Hari pertama meliputi upacara bendera, pengenalan diri, dan wawasan wiyata mandala. Ada juga sesi "Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat".
Hari kedua ada pertemuan pagi ceria, cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas. Hari ketiga fokus pada identifikasi kondisi sosial-emosional, asesmen literasi dan numerasi, serta literasi digital. Hari keempat membahas "Sahabat hebat: Dengar, peduli, dan hargai" dan pengenalan kurikulum. Hari kelima ditutup dengan unjuk karya.
MPLS untuk SMA/SMK
Rangkaian untuk SMA/SMK juga lima hari. Hari pertama mirip dengan SMP: upacara bendera, pengenalan diri, wawasan wiyata mandala, dan keadaban digital. Hari kedua ada eksplorasi diri dan ruang perjumpaan murid baru. Hari ketiga mencakup identifikasi kondisi sosial-emosional, asesmen literasi dan numerasi, serta dampak negatif kecanduan gim daring.
Hari keempat memperkenalkan delapan dimensi profil lulusan dan bahaya Napza. Hari kelima ditutup dengan unjuk karya dan pengenalan budaya K3 (5R/5S) khusus untuk SMK.
MPLS untuk SLB
Untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), hari pertama dimulai dengan upacara bendera, saling mengenal, dan materi pilihan. Hari kedua ada pagi ceria dan cek denyut jantung, kecuali untuk siswa dengan disabilitas daksa. Hari ketiga fokus pada pengenalan pembelajaran jenjang baru. Hari keempat membahas Gerakan Indonesia ASRI, literasi digital, dan inklusivitas. Hari kelima ditutup dengan kesehatan mental dan unjuk bakat.
Semua kegiatan ini dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi. Mulai dari pengenalan lingkungan, teman, guru, hingga aturan sekolah. Ada juga penekanan pada kebiasaan positif, kebugaran fisik, dan ruang berekspresi.
Setiap jenjang punya penekanan berbeda. TK lebih banyak bermain. SD mulai diperkenalkan pada aturan dan kebersihan. SMP dan SMA lebih fokus pada pengembangan karakter dan literasi digital. SLB menyesuaikan dengan kebutuhan khusus siswa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
