Palembang Terendam Banjir Sukabangun, Warga Minta Drainase
Gambar atau konten salah?
Palembang diserang hujan deras yang membuat kawasan Sukabangun terendam banjir. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, menutupi jalan utama dan teras rumah warga.
Genangan air terlihat menenggelamkan Jalan Peternakan 4, Gang Lorong Kayu Arah, di Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami. Pintu rumah dan akses ke jalan utama terhalang, sehingga warga tidak dapat keluar rumah dengan mudah.
Meski hujan sudah mereda dan berhenti, air tetap tinggi. Tidak ada tanda-tanda air akan surut. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama pekerja yang pulang malam.
Warga yang tinggal di area tersebut mengeluh tentang betapa sulitnya bergerak di tengah genangan. Siti Nur Rohmah, salah satu penduduk, mengatakan bahwa kawasan mereka sering terkena banjir setiap kali hujan deras turun dalam durasi lama.
"Hujannya padahal sudah berhenti dari setengah jam tadi, tapi airnya sama sekali belum turun," ujar Siti, Selasa (05 Mei 2026). Siti menambahkan bahwa saluran air yang buruk diduga menjadi penyebab utama air tertahan di gang. Ia harus menunggu berjam‑jam agar jalan kembali terbuka.
"Di sini memang begitu, banjirnya kalau mau surut lama sekali, bisa berjam‑jam kita tertahan tidak bisa ke mana‑mana," sambung Siti. Ia menegaskan bahwa sistem drainase yang lemah membuat air sulit keluar.
Kesamaannya, Ema, seorang perantau yang menyewa kamar kos di lokasi tersebut, merasa terjebak antara lingkungan yang tidak nyaman dan kebutuhan akses kerja yang strategis. Ia mengeluh, "Sebenarnya sudah capek setiap hujan harus siap‑siap beresin barang biar nggak basah, pengennya pindah kos yang nggak banjir."
Namun, Ema mengaku sulit menemukan kos pengganti yang sesuai kriteria. Ia khawatir pindah ke lokasi lebih jauh akan menambah beban finansial, terutama ongkos transportasi.
Warga menuntut Pemerintah Kota Palembang segera memperbaiki saluran air di Sukabangun agar banjir tidak terus merugikan masyarakat.
Situasi ini menyoroti pentingnya infrastruktur drainase yang memadai di daerah rawan banjir. Keterlambatan perbaikan dapat memperburuk dampak bagi warga yang sudah terbiasa menghadapi genangan setiap kali hujan deras turun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Berita Terbaru
Tantangan Menemukan Angka Tersembunyi dalam Foto 7 Soal
One Satrio Jadi Destinasi Kuliner Jakarta Selatan Penuh
MBG Teriak Korupsi: BGN Diputar, Prabowo Tetap Optimis
Pasangan Ganda Indonesia Kalah di Indonesia Open, Siap Dunia
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
