Panduan Memilih Hewan Kurban Sehat dan Sah Pasti!!

Fajar H. · 4 min baca · 10 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Panduan Memilih Hewan Kurban Sehat dan Sah Pasti!!

Gambar atau konten salah?

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh Indonesia mulai menyiapkan hewan kurban. Semakin banyak orang yang mencari ternak terbaik, namun proses pemilihan hewan tidak boleh dilakukan sembarangan. Selain memenuhi syarat syariat Islam, kondisi kesehatan hewan harus terjaga agar ibadah sah dan daging yang dibagikan aman dikonsumsi.

Di pasar tradisional, banyak lapak yang menawarkan sapi, kambing, domba, dan bahkan kerbau. Bagi sebagian orang, semua hewan terlihat serupa. Namun, ukuran tubuh bukan satu-satunya penentu kelayakan. Ada kriteria lain yang harus diperhatikan, mulai dari jenis hewan, usia, kondisi fisik, hingga status kesehatannya. Salah satu kesalahan memilih bisa mengancam kualitas daging dan keabsahan ibadah.

Mengenal Jenis Hewan Kurban yang Sah

Hewan yang biasa dipakai untuk kurban berada dalam kategori hewan ternak (Al‑An’am). Di Indonesia, sapi, kambing, domba, dan di beberapa daerah kerbau menjadi pilihan. Setiap jenis hewan memiliki ketentuan kapasitas kurban yang berbeda.

1. Sapi

Sapi menjadi pilihan utama bagi yang ingin berkurban secara kolektif. Satu ekor sapi sah dapat memberi daging bagi maksimal tujuh orang. Beberapa jenis sapi yang sering dipilih di Indonesia antara lain:

  • Sapi Bali: Banyak dipilih karena persentase daging tinggi dan tulang relatif kecil.
  • Sapi Limousin dan Simental: Digunakan untuk kurban dengan bobot besar karena tubuhnya lebih besar.
  • Sapi Peranakan Ongole (PO): Lokal, tahan iklim, banyak ditemukan di Pulau Jawa.

2. Kambing

Kambing sah untuk kurban satu orang. Karena harganya lebih terjangkau, kambing menjadi pilihan populer. Jenis kambing yang sering ditemui:

  • Kambing Kacang: Lokal, ukuran kecil, populasi melimpah.
  • Kambing Peranakan Etawa (PE): Postur lebih besar, telinga panjang.

3. Domba

Seperti kambing, satu ekor domba diperuntukkan bagi satu orang. Di Jawa Barat, domba sering lebih diminati. Jenis yang umum:

  • Domba Garut: Postur kokoh, tanduk khas.
  • Domba Ekor Gemuk (DEG): Banyak diternakkan di Jawa Timur, Madura, dan sekitarnya.

4. Kerbau

Kerbau memiliki ketentuan sama dengan sapi: satu ekor untuk maksimal tujuh orang. Meski tidak sepopuler sapi, kerbau masih dipilih di beberapa daerah dengan latar budaya tertentu. Misalnya di Kudus, penggunaan kerbau memiliki nilai historis dan budaya terkait tradisi toleransi sejak masa Sunan Kudus.

Syarat Mutlak Berdasarkan Syariat Islam

Setelah menentukan jenis hewan, langkah selanjutnya adalah memastikan hewan memenuhi ketentuan syariat. Berikut beberapa syarat utama:

1. Syarat Usia Minimal

Hewan kurban harus mencapai usia tertentu:

  • Sapi dan kerbau: minimal genap 2 tahun dan masuk tahun ke‑3.
  • Kambing: minimal genap 1 tahun dan masuk tahun ke‑2.
  • Domba: minimal genap 1 tahun. Jika sulit ditemukan, domba usia 6 bulan diperbolehkan dengan ketentuan tertentu.

2. Tidak Memiliki Cacat yang Membatalkan Kurban

Beberapa kondisi fisik membuat hewan tidak sah:

  • Buta jelas, baik satu maupun kedua mata.
  • Sakit berat, terutama yang menunjukkan gejala penyakit menular.
  • Pincang parah hingga mengganggu kemampuan berjalan normal.
  • Terlalu kurus dan lemah, hingga tampak tidak layak secara fisik.

3. Status Kepemilikan Harus Jelas

Hewan kurban harus merupakan milik sah dari orang yang berkurban (shahibul qurban). Hewan hasil curian, sengketa, atau dibeli dengan cara tidak sah tidak memenuhi ketentuan kurban.

4. Waktu Penyembelihan

Penyembelihan dilakukan setelah pelaksanaan Salat Idul Adha pada 10 Zulhijah hingga berakhirnya hari Tasyrik pada 13 Zulhijah sebelum matahari terbenam. Waktu ini dianggap paling tepat menurut tradisi.

Langkah-langkah Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sah

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu Anda memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syariat:

1. Periksa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)

Pastikan penjual dapat menunjukkan SKKH dari otoritas veteriner atau dinas peternakan setempat. SKKH menandakan hewan telah diperiksa kesehatannya.

2. Cek Usia Melalui Gigi (Poel)

Periksa gigi seri bagian depan. Jika gigi susu sudah berganti menjadi gigi permanen yang lebih besar, biasanya hewan telah cukup umur.

3. Perhatikan Mata, Hidung, dan Mulut

Pilih hewan dengan mata jernih, hidung bersih dan lembap, serta mulut tanpa luka atau lendir berlebih.

4. Amati Kulit dan Bulu

Hewan sehat umumnya memiliki bulu bersih, tidak rontok berlebihan, dan kulit tanpa benjolan atau tanda penyakit.

5. Lihat Postur dan Cara Berjalan

Pastikan hewan mampu berdiri dan berjalan normal tanpa tanda kepincangan.

6. Perhatikan Respons dan Nafsu Makan

Pilih hewan yang aktif, responsif terhadap lingkungan, serta menunjukkan nafsu makan yang baik.

Luangkan waktu lebih saat memilih hewan kurban dan hindari terburu‑buruan saat bertransaksi. Jika memungkinkan, belilah hewan di lapak yang berada dalam pengawasan dinas terkait dan memiliki tanda kelayakan kesehatan agar ibadah kurban dapat berjalan dengan tenang dan sesuai ketentuan.

Dengan memperhatikan semua kriteria di atas, Anda dapat memastikan bahwa hewan kurban yang dipilih tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga sehat dan aman untuk dikonsumsi. Proses pemilihan yang teliti juga membantu menjaga kualitas daging yang dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar.

Proses memilih hewan kurban memang memerlukan perhatian ekstra, namun manfaatnya jelas. Selain memenuhi kewajiban agama, hewan kurban yang sehat juga mendukung kesehatan masyarakat. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan, setiap orang dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang dan penuh kepuasan.

KurbanHewan KurbanSapiKambingDombaKerbauSKKHIbadah Idul Adha

Komentar

Memuat komentar...