Paramedis Inggris Temukan Uang lewat Food Truck Es Krim

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Paramedis Inggris Temukan Uang lewat Food Truck Es Krim

Gambar atau konten salah?

James Shemmeld adalah seorang paramedis asal Inggris yang memutuskan membuka food truck es krim pada tahun 2020. Ia memulai bisnis ini sebagai cara mengalihkan pikiran dari pekerjaan yang menuntutnya selama pandemi.

Selama masa Covid‑19, Shemmeld harus sering mengantar pasien. Banyak pasien yang meninggal satu atau dua minggu setelah dirawat, sehingga ia merasa tertekan setiap hari. Ia mengakui bahwa kondisi tersebut memengaruhi kesehatan mentalnya secara signifikan.

“Itu sulit, sungguh sulit, karena itu terjadi setiap hari, dan sampai pada titik di mana saua menyadari bahwa kesehatan mental saya terpengaruhi cukup parah,” ujarnya.

Untuk mengatasi stres, ia memutuskan membeli sebuah mobil food truck. Ia pernah bekerja sebagai staf penjual es krim di food truck sebelumnya, sehingga ia tahu cara mengoperasikannya. Pemilik food truck tersebut memberi Shemmeld sebuah Ford Transit untuk melanjutkan usaha tersebut.

“Siapa yang mendapa kesempatan seperti itu? Seusatu yang Anda miliki saat masih muda dan tiba-tiba kembali, dan sekarang menjadi milik Anda,” ia berkata.

Setelah membeli truk, Shemmeld memulai dua pekerjaan sekaligus: tetap bekerja sebagai paramedis dan menjalankan food truck es krim. Menurutnya, menjual es krim tidak sulit. Ia hanya perlu masuk ke dalam van, memutar musik, berhenti di tempat yang tepat, dan melayani pelanggan.

Usaha es krimnya ternyata menghasilkan keuntungan yang tidak terduga. Menurut data yang dilaporkan, ia kini dapat menghasilkan sekitar £60.000 atau Rp 1,3 miliar per tahun. Pendapatan ini bertambah dengan penghasilan dari bisnis ambulansnya, yang mencapai £200.000 atau Rp 4,6 miliar. Meskipun begitu, ia hanya menjual es krim seharga £1 atau Rp 23.307 per porsi.

Selain menambah pengemudi untuk food trucknya yang beroperasi setiap hari, Shemmeld masih terjun langsung sebagai petugas ambulans. Namun, bisnis es krim kini menjadi pekerjaan utamanya. Ia tetap melakukan tugas paramedis sesekali, terutama ketika ada panggilan darurat.

Meski fokusnya beralih, ia tetap menjadi bagian penting dalam komunitasnya. Saat mengemudi truk es krim, ia sering dihadapkan oleh orang-orang yang meminta nasihat medis. Ia tetap membantu, meskipun waktunya terbatas.

Hingga kini, Shemmeld mengoperasikan empat truk es krim yang berkeliling di wilayah lokal dan berbagai acara di seluruh negeri. Ia memanfaatkan mobilnya untuk menjangkau pelanggan di berbagai lokasi, memperluas jangkauan bisnisnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa pekerjaan sampingan, walaupun tampak sederhana, dapat berkembang menjadi sumber pendapatan utama. Bagi Shemmeld, es krim bukan sekadar makanan, melainkan solusi bagi kesehatan mentalnya dan peluang bisnis yang menguntungkan.

paramedis Inggrisfood truck es krimkesehatan mentalpandemi Covid‑19pendapatanbisnis ambulansFord Transit

Komentar

Memuat komentar...