Paspor Umrah Haji Banyuwangi Naik, Tak Terpengaruh Konflik

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Paspor Umrah Haji Banyuwangi Naik, Tak Terpengaruh Konflik

Gambar atau konten salah?

Di tengah ketegangan geopolitik global yang dipicu perang antara Iran dan Israel, kantor imigrasi kelas III Banyuwangi tetap ramai. Selama tiga bulan terakhir, ribuan orang mengajukan paspor untuk umrah dan haji.

Kepala kantor, Muhammad Ervan Lesmana, menjelaskan bahwa konflik tersebut belum menurunkan permohonan paspor. Ia menegaskan bahwa selama hampir empat bulan terakhir, jumlah permohonan justru meningkat.

"Sampai sekarang geo politik yang ditimbulkan oleh peperangan antara Iran, Israel dan Amerika belum berdampak pada penerbitan paspor umroh dan haji di imigrasi Banyuwangi. Dari Januari sampai 15 April itu haji ada sekitar 190 terus umrah itu sekitar 980 an di 2026 ini," ujar Ervan pada Kamis, 16 April 2026.

Data rekap menunjukkan lebih dari 1.800 pemohon paspor haji dan umrah dalam periode kurang dari empat bulan. Dari total tersebut, 191 penerbitan paspor haji, 996 paspor umrah, dan 500 paspor wisata tercatat.

"Saya hitung dengan rincian data real di rekap kami sebanyak 191 penerbitan paspor haji, 996 paspor umrah dan 500 paspor wisata. Total penerbitan paspor selama kurang dari 4 bulan sebanyak 1.687," tambah Ervan.

Untuk mempermudah masyarakat, kantor imigrasi menyediakan layanan M Paspor. Pemohon dapat mengisi formulir online, kemudian datang ke kantor untuk sesi foto dan menunggu proses pencetakan. Layanan ini mengurangi waktu tunggu dan memudahkan pengurusan dokumen.

"Kami ada layanan M Paspor jadi pemohon ini ada yang mendapat layanan M Paspor tanpa harus datang mereka sudah bisa melengkapi berkas-berkas dan ketika datang kesini mereka bisa langsung dilayani," jelas Ervan.

Selain itu, bagi lansia atau warga yang mengalami kesulitan, kantor imigrasi menawarkan program larosiwangi. Petugas akan menjemput dan melakukan pendataan di tempat tinggal pemohon, memastikan akses layanan bagi semua kalangan.

Walaupun konflik di Timur Tengah menambah ketegangan, permohonan paspor umrah dan haji di Banyuwangi tetap stabil dan bahkan meningkat. Layanan online M Paspor membantu masyarakat menghemat waktu, sementara program larosiwangi memastikan akses bagi lansia. Dengan sistem ini, kantor imigrasi kelas III Banyuwangi terus melayani kebutuhan perjalanan ke Tanah Suci tanpa terpengaruh oleh dinamika geopolitik global.

imigrasi Banyuwangipaspor hajipaspor umrahM Pasporgeopolitikprogram larosiwangi

Komentar

Memuat komentar...