Pastikan Seafood Anda Halal: Cek Label, Bahan, dan Proses

Guntur P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Pastikan Seafood Anda Halal: Cek Label, Bahan, dan Proses

Gambar atau konten salah?

Seafood, mulai dari ikan, udang, kepiting, tiram, hingga kerang, biasanya dianggap halal menurut Al‑Qur’an. Namun, statusnya tidak tetap jika bahan atau cara pengolahannya tidak sesuai. Menurut Al‑Qur’an, “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan yang berasal dari laut, dan bagi orang‑orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada‑Nya‑lah kamu akan dikumpulkan (kembali).” (QS Al Maidah: 96)

Berarti, secara umum, makanan laut halal. Tetapi jika seafood dicampur dengan bahan haram atau diproses dengan cara yang tidak benar, maka ia bisa menjadi haram. Untuk memastikan kehalalannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli dan mengolah seafood.

  1. Perhatikan label dan sertifikat halal
  2. Berkomunikasi dengan penjual
  3. Kenali bahan tambahan dalam kemasan
  4. Pastikan peralatan masak bebas najis
  5. Periksa bahan tambahan dalam olahan seafood

1. Perhatikan label dan sertifikat halal Saat membeli seafood dalam kemasan beku, cek apakah produk tersebut memiliki label halal atau sertifikat halal. Label tersebut menandakan bahwa produk telah memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan. Tanpa label, risiko bahwa produk mengandung bahan haram meningkat.

2. Berkomunikasi dengan penjual Jika membeli seafood segar di pasar atau supermarket, tanyakan asal usulnya, metode pengolahannya, dan apakah produk sudah memiliki sertifikat halal. Penjual yang jujur biasanya akan menjawab dengan senang hati. Kadang, produk sudah bersertifikat namun belum menempelkan logo di kemasan; penjual biasanya sudah memprosesnya.

3. Kenali bahan tambahan dalam kemasan Kemasan seafood, terutama yang sudah diolah atau beku, dapat mengandung bahan tambahan seperti gelatin atau bahan mikroba. Menurut MUI, bahan tersebut harus dicek kehalalannya berdasarkan media yang digunakan dan kebersihan materialnya. Selain itu, kemasan bisa terbuat dari bahan turunan daging haram, seperti babi, yang dapat mencemari produk.

4. Pastikan peralatan masak bebas najis Peralatan masak dan penyajian harus bebas dari najis dan tidak terkontaminasi silang dengan bahan haram. Misalnya, ketika menggoreng seafood, minyak goreng harus terpisah dari minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan non‑halal. “Hal ini termasuk kebersihan dan pemisahan area pengolahan sesuai standar syariat,” ujar Aisha Maharani, pegiat halal sekaligus pendiri Halal Corner, dalam wawancara bersama Republika (30 Oktober 2025). Selain itu, perhatikan karbon aktif pada minyak goreng. Menurut Advisor of Halal Audit Service LPPOM MUI, Dr. Ir. Mulyorini R. Hilwan, M.Si, jika karbon aktif berasal dari hasil tambang atau arang kayu maka tidak jadi masalah. Tetapi jika menggunakan arang tulang, perlu dipastikan berasal dari hewan yang halal disembelih sesuai syariat Islam.

5. Periksa bahan tambahan dalam olahan seafood Saat makan di restoran, seafood sering dimasak dengan alkohol, arak masak, atau saus yang mengandung gelatin haram. Restoran biasanya menggunakan arak masak untuk menghilangkan aroma amis dan menambah aroma. Kontaminasi silang dari alat masak yang sama juga dapat membuat seafood menjadi haram. Beberapa hidangan menambahkan tepung terigu untuk tekstur renyah, namun tepung terigu dapat ditambah dengan bahan lain seperti L‑sistein, yang kadang diekstraksi dari rambut manusia atau bulu hewan tidak terdisembelih sesuai syariat.

Selain itu, penting untuk memeriksa apakah restoran menggunakan bahan tambahan lain yang tidak diketahui. Jika ada keraguan, tanyakan langsung kepada pelayan atau koki. Transparansi dari pihak restoran akan membantu konsumen membuat keputusan yang tepat.

Video edukasi tentang apa yang harus dilakukan jika tidak sengaja mengonsumsi makanan haram juga tersedia. “Video: Yang Harus Dilakukan Kalau Nggak Sengaja Makan Makanan Haram” [Gambas:Video 20detik] (aqr/adr) memberikan panduan langkah‑langkah yang dapat diikuti.

Secara keseluruhan, meskipun seafood secara default halal, kehalalannya dapat terganggu oleh bahan tambahan, proses pengolahan, atau peralatan yang tidak bersih. Dengan memeriksa label, bertanya kepada penjual, mengetahui bahan tambahan, menjaga kebersihan peralatan, dan menanyakan bahan dalam olahan, konsumen dapat memastikan bahwa seafood yang mereka konsumsi tetap sesuai syariat.

Seafood halallabel halalsertifikat halalbahan tambahankontaminasi silangperalatan masakgelatin

Komentar

Memuat komentar...