PBNU Siapkan Musyawarah 2026 di Ponpes Al Falah Ploso

Wati N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
PBNU Siapkan Musyawarah 2026 di Ponpes Al Falah Ploso

Gambar atau konten salah?

Persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 telah dimatangkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Petinggi PBNU turun langsung ke Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Kediri, yang ditunjuk menjadi tuan rumah. Suasana kunjungan dipenuhi antusiasme, di mana para petinggi disambut hangat oleh pengurus ponpes.

Rombongan PBNU dipimpin oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, dan Sekretaris Jenderal KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Mereka turun ke lokasi untuk meninjau kesiapan sarana, prasarana, serta koordinasi teknis dengan pengasuh pesantren. Selama kunjungan, Gus Ipul menegaskan pentingnya gotong royong dalam mempersiapkan acara besar tersebut.

“Kami mendampingi Rais Aam, ada Prof. M. Nuh dan Gus Anwar Iskandar, untuk menyampaikan berbagai persiapan yang sudah dilakukan. Sekaligus menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi‑tingginya kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso melalui Kiai Huda Jazuli yang telah bersedia menjadi tuan rumah Munas dan Konbes NU tahun 2026,” kata Gus Ipul, Sabtu (6/6/2026).

Gus Ipul menambahkan, “PBNU sangat terbantu dengan gotong royong para keluarga kiai, gus‑gus, hingga ribuan santri di Ponpes Ploso.” Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kesiapan pesantren: “Kami sungguh bersyukur karena Pesantren Ploso telah siap dari sisi sarana‑prasarana maupun dukungan lain yang diperlukan guna menyukseskan Munas dan Konbes. Ini tentu sangat meringankan tugas PBNU sebagai penyelenggara,” ujarnya. “Kami berterima kasih kepada seluruh gus‑gus, para pengurus, dan para santri yang telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran pelaksanaan Munas dan Konbes,” tambahnya.

Meskipun pusat kegiatan dan persidangan berada di Ponpes Al Falah Ploso, PBNU sedang mempertimbangkan opsi menarik untuk seremonial pembukaan. Panitia pusat masih meneliti kemungkinan menempatkan pembukaan di Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan.

“Kalau sesuai rencana, pelaksanaan Munas dan Konbes berlangsung 21 sampai 22 Juni, sementara pembukaannya pada 20 Juni. Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah di Bangkalan. Semua masih dalam proses pematangan,” jelas Gus Ipul memaparkan skenario penjadwalan.

Agenda internal yang paling dinanti adalah penentuan wilayah yang akan menjadi tuan rumah Muktamar NU berikutnya. Gus Ipul bocorkan bahwa sudah ada beberapa pengurus wilayah yang mengajukan diri. “Nanti akan dibahas pada saat Munas dan Konbes. Ada beberapa wilayah yang telah menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah Muktamar. Berbagai pertimbangan akan didiskusikan secara lebih serius dalam forum tersebut,” ungkap Gus Ipul.

PBNU berharap seluruh tahapan konsolidasi di Jawa Timur dapat bergulir lancar demi menyongsong agenda besar di Agustus. “Kami memohon doa dari seluruh jamaah Nahdlatul Ulama dan masyarakat Indonesia agar proses menuju Muktamar pada Agustus mendatang berjalan lancar, sukses, dan penuh berkah,” pungkasnya.

Dengan kunjungan ini, PBNU menunjukkan komitmen kuat dalam mempersiapkan Munas dan Konbes 2026. Kesiapan pesantren, opsi lokasi pembukaan, dan agenda Muktamar menandai langkah strategis menuju perhelatan keagamaan terbesar di Indonesia.

Musyawarah Nasional NU 2026Konferensi Besar NUPondok Pesantren Al Falah PlosoPBNUGotong royongBangkalanMuktamar NU

Komentar

Memuat komentar...