Pembangunan Jembatan Penyeberangan Jalan Tunjungan 87% Selesai

Teguh A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Pembangunan Jembatan Penyeberangan Jalan Tunjungan 87% Selesai

Gambar atau konten salah?

Di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, proyek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) terus menunjukkan kemajuan. Saat ini, pembangunan JPO Tunjungan sudah mencapai sekitar 87 % dan diperkirakan selesai pada pertengahan Juli 2026.

Alvian Chasanal Mubarroq, Kepala Bidang Penatausahaan, Pemanfaatan dan Pemindahtanganan BMD, menjelaskan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung berada di tahap persiapan sekaligus pelaksanaan pengecoran lantai dua jembatan. “Progres pembangunan JPO Tunjungan telah mencapai sekitar 87 %. Pekerjaan yang sedang berlangsung adalah tahap persiapan dan pelaksanaan pengecoran lantai dua JPO,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan Juli 2026, dengan catatan seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Durasi pengerjaan yang relatif panjang dipengaruhi kondisi lokasi proyek yang berada tepat di atas Jalan Tunjungan, salah satu ruas jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi hampir selama 24 jam.

Alvian juga mengingatkan bahwa aktivitas kawasan yang dinamis membuat pengerjaan harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi guna menjamin keselamatan pengguna jalan maupun pengunjung kawasan. “Pekerjaan yang memerlukan rekayasa lalu lintas atau penutupan jalan hanya dapat dilakukan secara terbatas, yakni Senin hingga Kamis pukul 23.00 sampai 04.00 WIB,” katanya. Pembatasan waktu tersebut diberlakukan karena kepadatan kawasan Tunjungan meningkat signifikan saat akhir pekan dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Desain JPO Tunjungan mengusung konsep modern, terbuka, dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar. Konsep ini dipilih agar pengguna dapat menikmati suasana Jalan Tunjungan dari sudut pandang berbeda sekaligus tetap selaras dengan penataan kawasan ikonik Kota Surabaya. “Konsep ini juga selaras dengan strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam penataan kawasan perkotaan, khususnya dalam menghidupkan kembali kawasan ikonik Jalan Tunjungan agar tetap relevan, menarik, dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat masa kini tanpa menghilangkan nilai historisnya,” jelas Alvian.

Selain sebagai sarana penyeberangan, JPO ini juga dilengkapi fasilitas penunjang. Toilet tersedia di area co‑working space sisi Tanjung Anom, sementara akses lift berada di sisi Gedung Siola dan nantinya terhubung langsung dengan JPO. Keberadaan lift tersebut untuk mendukung aksesibilitas seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas, tambah Alvian.

Alvian berharap JPO Tunjungan nantinya tidak hanya menjadi fasilitas penyeberangan yang aman dan nyaman, tetapi juga ruang publik yang baru dan menarik bagi masyarakat. “JPO ini diharapkan menjadi titik pandang untuk menikmati suasana Jalan Tunjungan dari ketinggian sekaligus lokasi menarik untuk berfoto,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan JPO tersebut juga diharapkan turut mendukung peningkatan aktivitas dan semakin memperkuat daya tarik Jalan Tunjungan sebagai salah satu ikon Kota Surabaya.

Dengan progres yang stabil dan rencana kerja yang terstruktur, JPO Tunjungan menjadi contoh nyata upaya pengembangan infrastruktur publik yang memperhatikan kebutuhan lalu lintas, keselamatan, dan nilai estetika kota. Pembangunan ini sekaligus menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memelihara dan menghidupkan kembali kawasan bersejarah sekaligus memenuhi tuntutan modernitas masyarakat.

Jembatan Penyeberangan Orang TunjunganJalan TunjunganSurabayaPembangunanAksesibilitasLalu LintasRuang Publik

Komentar

Memuat komentar...