Pemerintah Kurangi MBG menjadi 5 Hari, Potensi Hemat Rp20 T

Andi B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Kurangi MBG menjadi 5 Hari, Potensi Hemat Rp20 T

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia sedang meninjau kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, MBG hanya disalurkan lima hari dalam seminggu. Kebijakan ini tidak berlaku di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), asrama, maupun daerah dengan tingkat stunting tinggi.

"Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis sebagai program dan program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu dan tetap memperhatikan pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi," ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (31 Maret 2026).

Langkah ini dapat menghasilkan penghematan hingga Rp 20 triliun.

"Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp 20 triliun. Dan keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif, berpartisipasi aktif, dan mendukung efisiensi dan transformasi budaya kerja ini," jelas Airlangga.

"Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari," kata Dadan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menekankan bahwa penyesuaian MBG mengikuti jadwal kehadiran siswa. Jika sekolah beroperasi enam hari, maka siswa akan menerima MBG enam hari. Sebagian besar sekolah di Indonesia masih mengikuti sistem lima hari kerja.

Program ini bertujuan menjaga kualitas gizi anak sambil mengurangi beban anggaran. Dengan penyesuaian hari dan pengecualian daerah tertentu, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan kebutuhan gizi dan efisiensi fiskal.

Makan Bergizi GratisPenghematan 20 triliunDaerah 3TStuntingSekolah lima hariTransformasi strukturalBGNAirlangga Hartarto

Komentar

Memuat komentar...