Pemuda Bandung Tewas Diseret Buaya Saat Perbaiki Perahu
Gambar atau konten salah?
Seorang pemuda asal Kabupaten Bandung Barat, Ipan Nurzaman (29), meninggal dunia setelah diserang buaya di perairan Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Peristiwa tragis ini terjadi saat ia tengah memperbaiki perahu untuk bekerja. Ipan yang baru setahun merantau ke daerah itu, tiba-tiba disambar dan diseret ke dalam air oleh seekor buaya.
Ipan pertama kali dilaporkan hilang pada Senin, 06 Juli 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Kejadian berlangsung di Sungai Desa I, Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin. Jasadnya baru ditemukan tiga hari kemudian, tepatnya pada Kamis, 09 Juli 2026, pukul 18.15 WIB. Lokasi penemuan berjarak 3,4 kilometer dari tempat awal ia diserang.
"Betul alhamdulillah sudah ditemukan kemarin sekitar jam 18.15 WIB, keluarga sudah kasih kabar katanya mau langsung dipulangkan," ujar Kepala Desa Batulayang, Imam Mujahidin, saat dikonfirmasi pada Jumat, 10 Juli 2026.
Setelah dievakuasi, jenazah Ipan dibawa ke rumah sakit untuk dipulasara. Keluarga kemudian membawa jenazah ke kampung halaman di Desa Batulayang, Kecamatan Cililin. Jenazah diperkirakan tiba pada Jumat petang dan langsung dimakamkan malam harinya.
"Keluarga koordinasi terus dengan saya, informasinya masih perjalanan. Diperkirakan sampai ke rumah di Cililin jam 5 sore ini kemudian akan dimakamkan malam hari," kata Imam.
Ada dua kabar yang membuat peristiwa ini semakin mengharukan. Pertama, Ipan ditemukan tepat pada hari ulang tahunnya. Kedua, ia baru saja bertunangan dan berencana menikah dalam waktu tiga bulan ke depan. "Iya mau nikah, 3 bulan lagi kan sudah tunangan. Cuma karena musibah seperti ini, kita doakan saja untuk almarhum," tambah Imam.
Ipan merantau ke Sumatra Selatan untuk mencari nafkah. Ia bekerja sebagai nelayan atau pekerja di sekitar sungai. Niatnya menabung untuk pernikahan kandas akibat serangan buaya yang tak terduga. Keluarga di kampung hanya bisa menerima kenyataan dan mendoakan almarhum.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
