Kamitetep Tak Gigit, Kenapa Gatal?
Gambar atau konten salah?
Pernah lihat serangga kecil yang tinggal di dinding rumah, bawa-bawa semacam kantong? Itulah kamitetep. Namanya mungkin tidak setenar kecoa atau nyamuk, tapi keberadaannya cukup mengganggu. Apalagi kalau sampai terkena kulit, rasanya gatal. Tapi jangan khawatir dulu, tidak semua kamitetep berbahaya.
Nama ilmiah serangga ini adalah Phereoeca uterella, atau lebih dikenal sebagai casebearer caterpillar. Prof Ir Edhi Martono, Ph.D, pakar ilmu serangga dan hama tumbuhan dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menjelaskan bahwa kamitetep sebenarnya adalah fase larva dari sejenis ngengat. Metamorfosisnya mirip dengan kupu-kupu. "Seekor induk dewasa akan bertelur sebanyak 200 butir telur dengan waktu menetas sekitar 10 hari atau lebih. Setelah menetas, muncul larva yang hidup sekitar 50 hari," jelas Prof Edhi.
Penelitian tentang kamitetep tidak banyak. Serangga ini dianggap hanya pengganggu. Biasanya, mereka suka tinggal di dinding rumah yang tidak terlalu lembap dan tidak terlalu kering. "Berbeda dengan wereng misalnya, semua orang bicara tentang wereng. Kemudian kemarin ada yang menyerang jagung dan sebagainya, itu banyak yang dicari soal itu," kata Prof Edhi.
Pertanyaan besarnya: apakah kamitetep menggigit? Jawabannya, tidak. Lalu kenapa bisa gatal? Menurut Prof Edhi, gatal setelah terkena kamitetep bukan karena gigitan atau racun. Penyebabnya adalah debu dan kotoran yang menempel di selubung larva. "Kalau dia beracun, maka dia itu mesti mempunyai cara untuk membuat racun itu sampai kepada lawannya. Dia kan tidak menyemprotkan, dia tidak menggigit," jelasnya.
Kontak dengan debu dan kotoran itu yang memicu reaksi pada kulit. Gejalanya bisa berbeda dengan gatal biasa. Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, Subsp. O.B.K., FINSDV, FAADV, seorang praktisi kesehatan kulit, menyebutkan beberapa gejala yang mungkin muncul:
- Kemerahan yang melebar pada kulit.
- Gatal pada area kulit yang kemerahan.
- Pembengkakan.
- Iritasi atau nyeri pada kulit.
"Kamitetep dapat menyebabkan gejala-gejala pada kulit, serangga ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi," jelas dr Darma, sapaan akrabnya.
Seorang mahasiswi di Denpasar, Dwi Kukuh Wandari, pernah mengalaminya. Reaksi pertama yang dia rasakan adalah gatal di tangan dan badan, lalu muncul bentol-bentol kemerahan. "Bentolnya itu kayak satu-satu gitu lo, kayak ada titik di tengahnya gitu. Tapi aku nggak tahu itu warna hitam atau merah soalnya udah lama. Habis itu nggak pernah kena lagi soalnya," kata Wanda, yang mengaku memiliki kulit sensitif.
Lalu, apa yang harus dilakukan jika terkena kamitetep? dr Darma menyarankan pertolongan pertama: segera cuci bagian tubuh yang terkena dengan air dan sabun. Kompres dingin juga bisa membantu mengurangi rasa gatal atau nyeri. Yang paling penting, jangan digaruk. Menggaruk hanya akan memperparah gejala. "Jika keluhan memburuk, segera berobat ke dokter," saran dr Darma.
dr Darma juga mengingatkan untuk tidak sembarangan menggunakan minyak aromaterapi. Penggunaan salep antiradang sebaiknya atas anjuran tenaga kesehatan. "Biar nggak dicoba macam-macam, malah bisa jadi iritasi," katanya.
Intinya, kamitetep memang bukan serangga berbahaya, tapi tetap perlu diwaspadai. Kebersihan rumah adalah kunci utama. Jika sudah terlanjur terkena, penanganan yang tepat dan cepat bisa mencegah masalah kulit yang lebih serius.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
