Pendapatan Trump Tembus Rp 5,39 Triliun dari Bisnis Timur Tengah

Sinta R. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pendapatan Trump Tembus Rp 5,39 Triliun dari Bisnis Timur Tengah

Gambar atau konten salah?

Sejak menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, bisnis Donald Trump di kawasan Timur Tengah mencatat keuntungan besar. Sepanjang tahun 2025, Trump berhasil mengantongi pemasukan sekitar Rp 5,39 triliun atau setara US$ 300 juta — dengan kurs Rp 17.994 per dolar AS.

Uang tersebut tidak hanya mengalir ke kantong Trump pribadi, tetapi juga ke anggota keluarganya. Sumber pemasukan terbesar, selain dari bisnis di Timur Tengah, berasal dari penjualan setengah kepemilikan saham Trump di perusahaan kripto bernama World Liberty Financial.

Dari transaksi jual-beli saham itu, Trump memperoleh US$ 263 juta — setara sekitar Rp 4,73 triliun. Proses penjualan ini melibatkan entitas yang didukung oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan. Ia adalah anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab sekaligus saudara Presiden UEA.

Sisa pemasukan yang berasal dari kawasan Teluk datang dari bisnis properti. Rinciannya, pendapatan itu diperoleh dari dua pengembang Timur Tengah. Dalam tiga tahun terakhir, mereka membangun sejumlah menara dan lapangan golf yang memakai merek Trump.

Pendapatan dari perjanjian lisensi luar negeri milik Trump Organization melonjak tajam dalam beberapa tahun belakangan. Sebelumnya, Trump sempat berjanji akan menghentikan bisnis asing selama masa jabatan pertamanya. Akibatnya, pendapatan dari sektor itu hanya mencapai US$ 9 juta pada 2022, dan US$ 8 juta pada 2023.

Angka itu kemudian berubah drastis. Pada 2024, ketika Trump bersiap kembali ke Gedung Putih, pendapatan dari lisensi luar negeri naik menjadi US$ 45 juta. Lalu pada 2025, melonjak lagi menjadi US$ 59 juta — seiring dengan pengembangan proyek baru di India, Vietnam, dan Rumania.

Selain keuntungan dari penjualan saham, World Liberty Financial juga menghasilkan pemasukan besar lainnya. Trump melaporkan pendapatan lebih dari US$ 500 juta dari penjualan token yang terkait dengan perusahaan tersebut. Namun, nilai token itu kemudian mengalami penurunan tajam.

Perusahaan ini didirikan pada 2024 oleh keluarga Trump, keluarga Witkoff, dan sejumlah pengusaha kripto. Awalnya, 75% kepemilikan saham diberikan kepada Trump dan keluarganya. Separuh dari saham itu kemudian dijual kepada entitas yang didukung oleh Sheikh Tahnoon.

Secara keseluruhan, pendapatan Trump dari aset kripto tahun lalu melebihi US$ 1,4 miliar. Hampir US$ 800 juta berasal dari World Liberty Financial, sementara sekitar US$ 635 juta diperoleh dari penjualan koin meme bermerek Trump.

Di luar bisnis kripto, pendapatan dari lapangan golf dan resor juga meningkat 15% menjadi lebih dari US$ 500 juta. Pendapatan dari resor Mar-a-Lago bahkan hampir dua kali lipat, menjadi US$ 77 juta.

Menurut data dari Chainalysis, lonjakan keuntungan dari koin meme tersebut terjadi bersamaan dengan kerugian yang dialami sekitar 764.000 dompet kripto — yang sebagian besar dimiliki oleh investor kecil.

Donald TrumpTimur TengahpendapatankriptoWorld Liberty FinancialsahamUni Emirat Arab

Komentar

Memuat komentar...