Penghapusan 18 saham MSCI memicu penjualan besar asing

Sigit W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
Penghapusan 18 saham MSCI memicu penjualan besar asing

Gambar atau konten salah?

Penghapusan delapan belas saham Indonesia dari indeks MSCI Global Standard Index menimbulkan aksi jual bersih oleh investor asing. Pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, penjualan bersih mencapai Rp 1,53 triliun di pasar modal.

Penjualan bersih terbesar tercatat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan Rp 273,55 miliar. Di posisi kedua, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalami penjualan bersih sebesar Rp 139,8 miliar. Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terdepan dengan Rp 123,7 miliar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat Rp 91,8 miliar, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menurunkan nilai Rp 62,7 miliar.

Pergerakan indeks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari itu menunjukkan penurunan 1,98 %, menutup pada 6 723,32. Volume transaksi mencapai 38,94 miliar saham, sementara nilai transaksi mencapai Rp 19,79 triliun.

Penurunan IHSG umumnya dipicu oleh penjualan besar-besaran investor asing yang khawatir setelah saham-saham unggulan dihapus dari MSCI. Saham-saham tersebut biasanya menjadi penopang utama indeks, sehingga penghapusan menurunkan minat investor global.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa aksi jual terjadi karena hilangnya daya tarik pada saham-saham tersebut. Ia menambahkan bahwa investor asing sering menggunakan MSCI sebagai tolok ukur investasi di pasar Indonesia.

“Adapun pengumuman ini menjadi sentimen negatif bagi IHSG sebab saham‑saham yang dihapus ini kemungkinan besar akan kehilangan daya tarik di mata investor asing yang hanya berpatokan pada indeks MSCI,” ujarnya pada Rabu, 13 Mei 2026.

Peristiwa ini menegaskan bahwa perubahan indeks global dapat memengaruhi sentimen pasar domestik. Investor asing tampak sensitif terhadap perubahan status indeks, dan penurunan nilai saham blue‑chip dapat memicu penurunan indeks utama. Keterkaitan ini menyoroti pentingnya stabilitas indeks bagi pasar modal Indonesia.

MSCI Global Standard Indexpenjualan bersihinvestor asingIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG)Bank Rakyat IndonesiaBank Mandiristabilitas indeks

Komentar

Memuat komentar...