Penilik Jalan Pantura Aktif: Dody Pastikan Jalan Lancar
Gambar atau konten salah?
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penilik jalan adalah garda terdepan dalam menjaga kondisi jalan nasional. Fokusnya jatuh pada percepatan perbaikan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Melalui pemantauan rutin setiap hari, penilik jalan mendeteksi kerusakan sejak dini dan memastikan tindak lanjut cepat di lapangan. “Kalau jalan berlubang di Pantura insyaAllah sudah hampir tuntas, sisa sekitar 1 sampai 2 persen. Di semua balai jalan ada penilik jalan yang setiap hari mengecek kondisi, mana yang berlubang dan harus segera ditangani,” kata Dody dalam keterangannya, Selasa (21 April 2026).
Dody menjelaskan bahwa sistem pemantauan tersebut memungkinkan penanganan kerusakan jalan secara cepat dan terukur. Satu penilik jalan biasanya menangani ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer, tergantung panjang jalan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan pemeriksaan harian, kerusakan dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi lebih parah.
Penanganan yang dilakukan meliputi patching lubang, overlay perkerasan, serta pemeliharaan rutin. Rutin ini mencakup pembersihan bahu jalan, pemangkasan rumput, dan normalisasi drainase guna menjaga fungsi jalan tetap optimal.
Selain jalan berlubang, perhatian juga diberikan pada kondisi jembatan, khususnya pada sambungan (expansion joint) yang melebar dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. “Bagi mobil mungkin hanya mengurangi kenyamanan, tetapi untuk motor bisa berbahaya. Standarnya kita tingkatkan, harus aman juga untuk sepeda motor,” ucap Dody.
Meskipun demikian, Dody mengingatkan bahwa kerusakan jalan masih berpotensi berulang. Salah satu faktor utama yang memengaruhi antara lain kendaraan dengan muatan berlebih atau ODOL, serta kondisi cuaca. “Kendaraan berat dengan muatan berlebih dan kondisi hujan yang terus berlangsung mempercepat kerusakan jalan, sehingga lubang mudah terbentuk kembali,” tegasnya.
Secara nasional, Dody menyebut panjang jaringan jalan nasional non‑tol saat ini mencapai 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan sebesar 93,50 %. Kementerian PU terus menjaga kondisi tersebut melalui strategi pemeliharaan rutin berbasis deteksi dini oleh penilik jalan.
Dengan pendekatan ini, Kementerian PU memastikan kualitas jalan nasional tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat, termasuk pada jalur strategis seperti Pantura Jawa. Kegiatan pemantauan dan perbaikan yang konsisten membantu mencegah kerusakan berulang, menjaga keselamatan pengendara, dan memperpanjang umur jalan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Berita Terbaru
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
