Penjual Cilok Bondowoso Viral, Dijuluki 'CEO Nyamar'

Tika M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Penjual Cilok Bondowoso Viral, Dijuluki 'CEO Nyamar'

Gambar atau konten salah?

Seorang pemuda penjual cilok asal Bondowoso, Jawa Timur, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ia dijuluki 'CEO Nyamar' oleh warganet, sebuah istilah yang sering muncul dalam drama-drama China di TikTok. Julukan ini muncul karena ada kontras yang mencolok antara penampilannya sehari-hari dan kehidupan pribadinya.

Pemuda tersebut bernama Danil Abdul Azis (23). Ia adalah warga Desa Patemon, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso. Setiap hari, Danil berjualan cilok keliling menggunakan sepeda motor, biasanya mangkal di sekitar SPBU. Namun, di balik aktivitasnya sebagai pedagang kaki lima, ternyata Danil tinggal di sebuah rumah mewah berukuran 15x20 meter. Rumah itu bahkan dilengkapi dengan garasi mobil. Ia tinggal di sana bersama istri dan satu orang anaknya.

Seperti yang diunggah oleh salah satu akun di Instagram, banyak warganet yang memberikan apresiasi pada Danil. "Keputusannya untuk tetap bekerja keras demi menghidupi keluarganya menuai banyak apresiasi. Sebab dia punya latar belakang kehidupan keluarga yang dinilai berkecukupan," tulis akun tersebut. Warganet menilai, meskipun hidupnya berkecukupan dan mendapat berbagai fasilitas dari mertua, Danil tetap memilih mencari nafkah dengan berjualan cilok.

Cerita ini bermula dari iseng-iseng Danil. Saat berjualan, ia suka membuat konten video dan mengunggahnya ke media sosial. Ia tidak menyangka bahwa kegiatan sederhana itu akan membuahkan hasil yang luar biasa. "Tapi malah viral. Bahkan ada salah satu video yang dilihat 8,6 juta penonton," kata Danil saat ditemui di SPBU tempatnya berjualan pada Jumat, 04 Juli 2026.

Danil mengaku sama sekali tidak menyangka kontennya mendapat respons sebesar itu. Keviralannya membuat Danil, yang saat ditemui sedang ditemani istrinya, Fera Faunia (21), mendadak menjadi topik pembicaraan publik. Banyak netizen yang terkesima dengan kontras antara kehidupan nyata Danil dan gerobak cilok yang ia jajakan setiap hari.

Fenomena ini menunjukkan bahwa seseorang tidak selalu harus bekerja sesuai dengan latar belakang ekonominya. Pilihan Danil untuk tetap berjualan cilok, meskipun hidupnya berkecukupan, justru mendapat sambutan positif dari banyak orang. Hal ini membuktikan bahwa kerja keras dan kemandirian tetap dihargai, terlepas dari status sosial seseorang.

penjual cilokviralBondowosoCEO Nyamarkontras kehidupankerja keraskemandirian

Komentar

Memuat komentar...