Penjual Siomai Tua Sumberlawang Pencari Tebusan, Video Viral

Iwan D. · 3 min baca · 1 hari lalu · 12 dibaca
Bisik.id
Penjual Siomai Tua Sumberlawang Pencari Tebusan, Video Viral

Gambar atau konten salah?

07 Juni 2026 – Seorang penjual siomai tua di Sumberlawang, Sragen, menjadi sorotan setelah menemukan dompet hilang dan meminta tebusan. Peristiwa ini menimbulkan perdebatan di media sosial sebelum akhirnya diselesaikan oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, mengungkapkan bahwa kejadian terjadi pada hari Minggu. Ia menegaskan bahwa pemilik dompet, Ahmad Barahu, kehilangan barangnya di Indomaret di Mojopuro, Sumberlawang.

Setelah kehilangan, Barahu meminta penjaga toko membuka rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut, ia menemukan bahwa dompetnya berada di tangan sepasang lansia penjual siomai. "Menyadari bahwa dompetnya telah hilang, korban kemudian kembali ke Indomaret dan meminta pihak toko untuk membuka rekaman CCTV. Dari sana terlihat dompet tersebut diamankan oleh sepasang Mbah-mbah (lansia) penjual siomay," kata Sudarmaji.

Para lansia, yang tinggal di wilayah Hadiluwih, Sumberlawang, kemudian menyerahkan dompet yang dibungkus plastik. Namun, isinya tidak lengkap. Barahu mengaku bahwa uang Rp 400 ribu yang terlihat di luar dompet sudah diserahkan kepada salah satu lansia. "Memang benar meminta uang, karena uang Rp 400 ribu itu ada di dalam dompet yang posisinya di luar (mudah terlihat), akhirnya diberikan ke Mbahnya. Sempat minta tambah, tapi tidak diberi karena memang uangnya tinggal itu," jelas Sudarmaji.

Menurut keterangan, isi dompet lainnya, termasuk STNK dan uang tunai yang diperkirakan bernilai Rp 1,3 juta, hilang. Lansia tersebut mengaku bahwa barang tersebut jatuh di jalan saat mereka berkendara menggunakan sepeda onthel. "Keterangan yang Mbah laki juga sama, yang perempuan juga sama. Akhirnya juga tak sampaikan kepada pemilik dompet. STNK jatuh di dalam kantong-kantong itu kan juga ada uang. Kantong-kantong itu ada uang. Kalau enggak salah tadi keterangan dari pihak pemilik dompet itu Rp 1,3 juta atau berapa itu," ungkapnya.

Polisi kemudian melakukan mediasi kedua belah pihak. Selama proses tersebut, terungkap bahwa nenek penjual siomai, Mbah Samini, mengalami kesulitan komunikasi dan kondisi psikologis yang menimbulkan stres. "Mbah yang perempuan ini kalau diajak bicara agak kurang nyambung omong A jawab Z, dan suaminya juga tidak bisa banyak mendebat. Warga sekitar pun sudah tahu kalau perilakunya memang agak unik dan suka semaunya sendiri," kata Kapolsek.

Setelah mediasi, pemilik dompet memutuskan untuk mengikhlaskan sisa uang serta STNK yang hilang. "Pemilik dompet akhirnya mengikhlaskan sisa uang serta STNK-nya yang hilang di jalan," ujar Sudarmaji.

Kedua belah pihak kemudian bertemu dan sepakat berdamai. Barahu menyatakan tidak ada masalah lagi. Video yang sempat viral di media sosial akan segera dihapus. "Kedua belah pihak sudah bertemu dan sepakat berdamai. Pemilik dompet sudah mengikhlaskan dan menyatakan tidak ada masalah lagi. Video yang sempat viral di media sosial juga akan segera diturunkan (take down)," tambah Sudarmaji.

Berbeda narasi muncul di media sosial, di mana video menampilkan nenek meminta Rp 1 juta sebagai tebusan. Namun, fakta menunjukkan bahwa uang Rp 400 ribu sudah diserahkan dan tidak ada tambahan uang yang tersedia. "Dompet jatuh di parkiran Alfamart, ketika dicek CCTV ternyata ditemukan oleh mbah-mbah penjual siomai ini. Di dompet ada surat-surat penting & uang sejumlah 400 ribu. Ketika dompet mau diambil pemilik, mbah ini minta tebusan 1 juta baru dompetnya akan dikembalikan. Padahal uang di dompet sudah diikhlaskan diambil semua tidak apa-apa, tapi mbahnya ngotot minta tambahan uang. Karena pemilik dompet tidak punya uang selain yang ada di dompet, akhirnya dompet itu tetap dibawa sama mbahnya. Kejadian di Sumberlawang, Sragen," kata akun tersebut.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi. Meskipun awalnya menimbulkan kontroversi, akhirnya semua pihak sepakat memaafkan dan mengakhiri konflik. Kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya empati dan komunikasi dalam menyelesaikan masalah.

Komentar

Memuat komentar...