Penumpang Gugat United dan Delta karena Kursi Tanpa Jendela
Gambar atau konten salah?
Dua maskapai penerbangan besar di Amerika Serikat, United Airlines dan Delta Air Lines, kini berurusan dengan hukum. Penyebabnya? Penumpang yang merasa tertipu saat memesan kursi dekat jendela. Mereka membayar mahal, tapi ternyata tidak ada jendela di samping tempat duduk mereka.
Gugatan ini diajukan pada Agustus 2025. Informasi ini dihimpun dari laporan media asing. Seorang penumpang bernama Aviva Copaken menjadi salah satu penggugat. Ia menceritakan pengalamannya dengan United Airlines. Copaken membayar USD 170 atau sekitar Rp 3,1 juta untuk mendapatkan kursi di dekat jendela. Ia membayangkan bisa menikmati pemandangan awan dan daratan dari ketinggian. Namun, ekspektasinya hancur saat pesawat mengudara. Kursi yang ia tempati memang berada di baris pinggir badan pesawat. Tapi di sampingnya hanya ada dinding kokoh. Tak ada jendela sama sekali.
Copaken mengaku tidak diberi tahu sebelumnya bahwa kursi tersebut tidak memiliki jendela. Ia pun merasa kecewa dan marah. Langkah selanjutnya adalah menggugat maskapai. Menurut Copaken, United Airlines sebenarnya sudah mengembalikan uang biaya kursinya setelah ia mengeluh. Namun, ia tetap melanjutkan gugatan.
United Airlines berusaha membela diri. Dalam mosi untuk menolak kasus pada November lalu, maskapai berargumen bahwa istilah "kursi dekat jendela" hanya merujuk pada posisi kursi di baris pinggir badan pesawat. Bukan jaminan bahwa penumpang bisa melihat ke luar. Hakim distrik di San Fransisco, Amerika Serikat, menolak argumen itu pada 06 Juli 2026. Sementara itu, mosi serupa yang diajukan Delta Air Lines di Brooklyn, New York, masih menunggu keputusan.
Kasus ini menarik perhatian para pelancong. Pendapat terbelah. Sebagian mendukung penumpang yang menggugat. Mereka setuju bahwa informasi tentang kursi harus transparan. Sebagian lain membela maskapai. Mereka berpendapat bahwa kabin pesawat memang unik. Tidak semua kursi di pinggir memiliki jendela. Ini fakta yang sudah diketahui oleh penumpang yang sering terbang.
Memang, beberapa tipe pesawat memiliki kursi tanpa jendela. United Airlines dan Delta Air Lines mengoperasikan pesawat buatan Airbus dan Boeing. Contohnya, kursi 10A dan 11A pada varian tertentu Boeing 737 tidak memiliki jendela. Ini bukan kesalahan maskapai. Ini hasil dari desain pesawat itu sendiri. Pesawat seperti Airbus A320, Boeing 737, dan Boeing 757 memiliki komponen internal yang menghalangi pemasangan jendela di bagian-bagian tertentu. Lokasi kursi tanpa jendela bervariasi tergantung model pesawat. Tapi sering ditemukan di sekitar baris pintu darurat atau di bagian belakang kabin.
Ironisnya, banyak kursi tanpa jendela ini berada di kelas ekonomi. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan ruang kaki ekstra. Dan karena itu, maskapai sering mengenakan biaya tambahan. Penumpang membayar lebih, tapi tidak mendapatkan pemandangan yang bisa dinikmati.
Kasus ini menjadi pelajaran bagi maskapai penerbangan. Mereka mungkin perlu mempertimbangkan kembali cara menetapkan harga atau menjelaskan tata letak kursi yang dijual. United Airlines dikabarkan telah memperbarui proses pemesanannya. Belum diketahui apakah Delta Air Lines melakukan hal yang sama.
Pada akhirnya, ini soal kejelasan informasi. Penumpang membayar untuk sesuatu yang mereka yakini akan mereka dapatkan. Ketika kenyataan berbeda, kekecewaan pun muncul. Maskapai mungkin tidak berniat menipu. Tapi cara mereka mengkomunikasikan produk bisa membuat masalah. Kasus ini menunjukkan bahwa detail kecil seperti ada atau tidaknya jendela bisa menjadi masalah besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
