Putra Bob Marley Wujudkan Mimpi Sang Ayah Lewat Kopi

Lina F. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Putra Bob Marley Wujudkan Mimpi Sang Ayah Lewat Kopi

Gambar atau konten salah?

Bob Marley dikenal sebagai legenda reggae asal Jamaika. Tapi di balik musiknya, ada cerita lain. Sang musisi ternyata punya mimpi di bidang pertanian. Ia ingin suatu hari bisa menggabungkan kecintaannya pada musik dengan bertani. Mimpi itu akhirnya diwujudkan oleh putranya, Rohan Marley, melalui budidaya kopi Jamaica Blue Mountain.

Bob Marley mendirikan band The Wailers pada tahun 1964 bersama Peter Tosh dan Bunny Livingstone. Mereka merekam album-album seperti Catch a Fire, Natty Dread, Exodus, dan Uprising. Tapi di luar panggung, ada hasrat lain yang tak kalah kuat: kopi.

Kopi Jamaica Blue Mountain punya sejarah panjang. Semuanya bermula dari Raja Prancis, Louis XV. Ia mengirimkan tiga tanaman kopi ke koloni Prancis di Martinique. Martinique adalah pulau subur yang terletak sekitar 1.900 kilometer di barat daya Jamaika.

Lima tahun kemudian, tepatnya tahun 1728, Gubernur Jamaika Sir Nicholas Lawes menerima hadiah. Hadiah itu berupa satu tanaman kopi arabika dari Gubernur Martinique. Tanaman itu tumbuh subur di tanah Jamaika yang kaya nitrogen dan fosfor. Tempat terbaik untuknya adalah di ketinggian curam Pegunungan Biru, atau Blue Mountain.

Pegunungan Biru terletak di sebelah utara Kingston, di sisi timur pulau. Ketinggiannya mencapai 2.350 meter. Sebagian besar biji kopi yang dibudidayakan di sana adalah jenis Arabica Typica. Kopi tumbuh subur di tanah vulkanik yang subur. Curah hujan teratur. Yang paling penting, kabut pulau melindungi tanaman dari terik matahari. Semua faktor ini menghasilkan kopi dengan rasa manis, aroma luar biasa, cita rasa kaya, tekstur penuh, dan keasaman ringan.

Hasilnya adalah kopi yang dianggap banyak orang sebagai yang terbaik di dunia. Kopi ini dijuluki "Champagne-nya Kopi". Sama seperti aturan ketat di Prancis untuk anggur Champagne asli, area tempat kopi Jamaica Blue Mountain dibudidayakan juga dikontrol secara ketat.

Seiring meningkatnya produksi, Jamaika menjadi pengekspor kopi terkemuka selama abad ke-18. Pada akhir tahun 1800-an, kopi Blue Mountain sudah terkenal di seluruh dunia. Kualitas dan rasanya yang luar biasa membuatnya diminati.

Saat ini, ada acara seperti Blue Mountain Coffee Festival. Acara ini menyatukan penduduk lokal dan wisatawan. Mereka merayakan budaya seputar minuman ikonik ini. Bayangkan pertemuan meriah dengan musik, makanan, dan tentu saja, cangkir kopi specialty yang tak ada habisnya.

Ada juga hubungan dengan Indonesia. Bibit kopi arabika Blue Mountain Jamaica pernah dibawa Inggris ke Papua Nugini pada tahun 1920-an. Bibit ini kemudian menjadi leluhur kopi arabika yang ditanam di Papua Nugini dan pegunungan Papua.

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, penulis yang bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara. Kisah ini menunjukkan bahwa warisan Bob Marley tidak hanya soal musik. Melalui Rohan Marley, kecintaannya pada kopi dan pertanian juga hidup. Kopi Jamaica Blue Mountain, yang sudah terkenal sejak abad ke-18, menjadi jembatan antara dua dunia: musik dan alam.

Bob Marleykopi Jamaica Blue MountainRohan Marleybudidaya kopipertanianmusik reggaewarisan

Komentar

Memuat komentar...