Sultan HB X Basuh Muka di Sumber Air Sragen
Gambar atau konten salah?
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono (HB) X, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sragen. Dalam kunjungan tersebut, ia mendatangi sejumlah situs bersejarah dan sempat membasuh muka di sebuah sendang atau sumber mata air.
Situs-situs yang dikunjungi memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Keraton Kasultanan Yogyakarta. Beberapa lokasi yang disambangi antara lain Pandak, Krikilan, Goa Mangkubumi, Pesanggrahan Ponopatan di Katelan, dan Sendang Sumberan Japoh.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sragen, Hargiyanto, menjelaskan bahwa kunjungan Sultan HB X ini merupakan bagian dari rangkaian acara 'Muhibah Budaya'. Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri sejumlah situs petilasan atau tempat bersejarah yang berkaitan dengan leluhur Sultan.
Di Pandak, Sultan HB X menelusuri lokasi yang menjadi tempat pertama kali leluhurnya, Pangeran Mangkubumi, singgah di Kabupaten Sragen. Hargiyanto menceritakan riwayat perjalanan Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sultan Hamengku Buwono I.
"Ya kan di sana kan yang dijelaskan yang pertama waktu kunjungan pertama Pangeran Mangkubumi, Mangkubumi HB I itu datang ke Sragen kan ke Pandak dulu, Krikilan. Diceritakan di sana riwayat bagaimana Kanjeng Mangkubumi dari Keraton Jogja, karena ada sedikit perselisihan, karena mungkin dengan Belanda, Hindia Belanda ya, akhirnya terus dia jengkar (pergi) dari Keraton terus lari ke Sragen," kata Hargiyanto kepada awak media di Kantor Pemkab Sragen, Kamis, 09 Juli 2026.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Sultan HB X mencuci muka dan tangan saat berada di Sumberan, Japoh. Di lokasi tersebut terdapat tujuh mata air yang mengalir dan dikelilingi oleh banyak pohon besar yang berfungsi menampung air.
"Iya di situ tadi, iya. Tadi sempat cuci muka, cuci tangan, pokoknya yang jelas ini melihat membasuh tangannya seperti itu, membasuh tangannya. Karena memang di situ ada tujuh mata air yang mengalir dan memang potensial karena di situ ada 21 macam pohon gede-gede, pohon-pohon yang bisa menampung air," jelas Hargiyanto.
Berdasarkan kunjungan Sultan HB X tersebut, Hargiyanto menduga bahwa lokasi Sumberan akan menjadi viral dan ramai dikunjungi masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sragen memiliki rencana untuk merehabilitasi kawasan Situs Sumberan di Japoh pada tahun anggaran 2027 mendatang.
"Saya kira ini potensial sekali, terutama yang Sumberan tadi. Tahun 2027 insyaallah Pak Bupati akan merencanakan untuk merehab, tetapi merehabnya ya seperti-seperti itu tapi direhab yang baik. Saya melihat nanti akan viral, lha Pak Kanjeng Sultan cuci muka di situ saja ini nanti orang pasti besok pagi banyak yang ke situ," ungkapnya.
Lebih lanjut, Hargiyanto menilai bahwa kegiatan Muhibah Budaya ini menjadi babak baru dalam hubungan sejarah antara Yogyakarta dan Sragen. Kegiatan ini dipandang sebagai jembatan penting untuk menyambung kembali tali persaudaraan atau seduluran batin Mataraman yang telah mengakar kuat sejak masa lalu.
"Selama ini daerah Mataraman luar seperti Blitar, Tulungagung, atau Ponorogo sudah sering tersentuh kerja sama kebudayaan Jogja. Padahal Sragen ini adalah tempat awal mula perjuangan sebelum Keraton Jogja berdiri," ujar Hargiyanto.
Menurutnya, melalui Muhibah Budaya ini, pihaknya mulai membangun komunikasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Provinsi DIY. Sekda Pemprov DIY juga turut hadir dalam acara tersebut.
"Kami berharap ke depan ada kerja sama kebudayaan yang lebih erat," pungkasnya.
Kunjungan Sultan HB X ke Sragen ini menyoroti hubungan historis yang dalam antara wilayah tersebut dengan Kesultanan Yogyakarta. Sragen disebut sebagai tempat awal perjuangan sebelum Keraton Yogyakarta berdiri, menjadikannya lokasi yang penting dalam sejarah Mataraman. Rencana rehabilitasi Situs Sumberan oleh Pemkab Sragen menunjukkan adanya upaya untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya ini kepada masyarakat luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi per 1 September 2026
Kapal Wisata Terbalik di Phu Quoc, 15 Turis India Tewas
Banjir di China, Ratusan Ular Berbisa Kabur ke Pemukiman
64 Anak Terpisah dari Orang Tua di Pangandaran
KJRI Noumea Latih Warga Kaledonia Baru Olah Bambu dan Kelapa
Gastronomi Jadi Andalan Baru Pariwisata Indonesia
Berita Terbaru
Sultan HB X Basuh Muka di Sumber Air Sragen
KOI Tinjau Langsung Venue Asian Games 2026
Argentina ke Semifinal usai Swiss Kena Kartu Merah
JisuLife Ultra 2: Kipas Portabel untuk Pekerja Remote
Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 GW dalam 2 Tahun
BRI dan tiket.com: Potongan Rp125.000 Tiket Kereta
Gus Yahya Bahagia Muktamar NU di Tambakberas