Penyakit Ginjal Kronis: Tanda Awal dan Cara Mencegahnya

Mira T. · 2 min baca · 11 jam lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Penyakit Ginjal Kronis: Tanda Awal dan Cara Mencegahnya

Gambar atau konten salah?

Ginjal berperan sebagai filter tubuh, menyingkirkan limbah, racun, dan kelebihan air dari darah. Ketika fungsi ginjal menurun, limbah menumpuk di darah, menimbulkan masalah kesehatan.

Penyakit ginjal kronis (PGK) terjadi secara bertahap. Kondisi ini menyebabkan fungsi ginjal menurun perlahan, sehingga pada akhirnya dapat berujung pada gagal ginjal, atau penyakit ginjal stadium akhir.

PGK terbagi menjadi lima stadium, berdasarkan laju filtrasi glomerulus (GFR). GFR diukur dari kadar kreatinin (produk limbah) dalam darah. Berikut rincian tiap stadium:

  • Stadium I (GFR: ≥ 90 mL/min atau fungsi ginjal: 90-100 persen) – Ginjal masih berfungsi baik, namun ada tanda kerusakan ringan.
  • Stadium II (GFR: 60-89 mL/min atau fungsi ginjal: 60-89 persen) – Fungsi ginjal menurun, lebih banyak tanda kerusakan ringan.
  • Stadium IIIA (GFR: 45-59 mL/min atau fungsi ginjal: 45-59 persen) – Ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kerusakan ringan hingga sedang. Pasien mungkin lelah, lemah, dan mengalami pembengkakan di tangan atau kaki.
  • Stadium IIIB (GFR: 30-44 mL/min atau 30-44 persen) – Kerusakan sedang, fungsi ginjal menurun. Dengan pengobatan tepat, pasien dapat tetap berada di stadium ini.
  • Stadium IV (GFR: 15-29 mL/min atau fungsi ginjal: 15-29 persen) – Fungsi ginjal sangat buruk, hampir tidak berfungsi.
  • Stadium V (GFR: ginjal hampir gagal berfungsi atau sudah berhenti bekerja) – Pada tahap ini, pasien biasanya memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

Gejala penyakit ginjal kronis biasanya tidak muncul pada tahap awal. Namun, seiring penyakit memburuk, gejala berikut dapat muncul:

  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Kelelahan, lemas, energi rendah
  • Penurunan nafsu makan
  • Pembengkakan di tangan, kaki, dan pergelangan kaki
  • Sesak napas
  • Air kencing berbusa
  • Mata bengkak
  • Kulit kering dan gatal
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kesulitan tidur
  • Mati rasa
  • Mual atau muntah
  • Otot kram
  • Tekanan darah tinggi
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap

Faktor risiko penyakit ginjal melibatkan gaya hidup, terutama asupan gula. Saat gula terus tinggi, ginjal harus bekerja lebih keras. WHO menyarankan batas maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari. Konsumsi minuman manis berlebihan dapat memicu peningkatan gula darah, obesitas, resistensi insulin, diabetes, dan hipertensi. Semua kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama kerusakan ginjal kronis.

"Konsumsi minuman manis secara berlebihan memang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal. Hal ini karena kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan dalam jangka panjang memicu obesitas, resistensi insulin, diabetes, hingga hipertensi. Kondisi-kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama kerusakan ginjal kronis," jelas Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi.

Penyakit ginjal kronis berkembang perlahan, sehingga sering tidak terdeteksi pada tahap awal. Jika tidak diobati, dapat berujung pada gagal ginjal, memerlukan dialisis atau transplantasi. Pencegahan melalui pola makan sehat, pengurangan gula, dan pemeriksaan rutin dapat membantu mencegah kemajuan penyakit.

Penyakit ginjal kronisGFRGagal ginjalDialisisTransplantasi ginjalGula darah tinggiObesitas

Komentar

Memuat komentar...