Pertamax naik Rp 16.250/L, Pertamax Green Rp 17.000/L

Ratna D. · 2 min baca · 1 hari lalu · 8 dibaca
Bisik.id
Pertamax naik Rp 16.250/L, Pertamax Green Rp 17.000/L

Gambar atau konten salah?

Harga Pertamax pada 10 Juni 2026 melonjak menjadi Rp 16.250 per liter, naik dari Rp 12.300 per liter sebelumnya. Sementara Pertamax Green 95, yang dulu dijual Rp 12.900 per liter, kini berharga Rp 17.000 per liter.

Menurut Patra Niaga, Corporate Secretary Pertamina, Roberth MV Dumatubun, penyesuaian harga BBM non‑subsidi mengikuti regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat. “Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth.

Perubahan harga ini langsung memengaruhi biaya operasional kendaraan. Contohnya, seorang pemilik Avanza yang menggunakan Pertamax akan menghabiskan Rp 528.900 saat mengisi tangki 43 liter. Dengan harga baru, biaya penuh menjadi Rp 698.750, meningkat Rp 169.850.

Jika mobil tersebut memakai Pertamax Green, biaya pengisian penuh naik menjadi Rp 731.000, setara kenaikan Rp 176.300 dibandingkan harga lama.

Pengguna Xpander, yang memiliki tangki 45 liter, juga merasakan dampak serupa. Dengan Pertamax, biaya penuh menjadi Rp 731.250, naik Rp 177.750. Sedangkan bila menggunakan Pertamax Green 95, total biaya mencapai Rp 765.000.

Untuk kendaraan LCGC yang disarankan memakai BBM minimal RON 92, biaya pengisian juga meningkat. Toyota Agya dan Daihatsu Ayla, masing-masing dengan tangki 33 liter, akan mengeluarkan Rp 536.250. Sedangkan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, dengan tangki 36 liter, harus membayar Rp 585.000.

Perubahan harga ini menambah beban pengeluaran bagi pemilik kendaraan bermotor di Indonesia. Meskipun tidak menimbulkan perubahan drastis dalam struktur harga, kenaikan ini tetap terasa jelas ketika menghitung biaya pengisian penuh. Konsumen diharapkan menyesuaikan anggaran pengeluaran harian mereka, mengingat kenaikan ini akan berulang setiap kali mengisi tangki. Dengan demikian, penting bagi pengguna kendaraan untuk memperhitungkan biaya operasional yang lebih tinggi akibat penyesuaian harga BBM non‑subsidi.

Harga PertamaxPertamax GreenBBM non‑subsidiPatra NiagaPenyesuaian hargaBiaya operasional kendaraanRegulasi pemerintah

Komentar

Memuat komentar...