Pertamina Dorong Hemat Energi lewat Transportasi Publik

Ani R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Pertamina Dorong Hemat Energi lewat Transportasi Publik

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmen nyata dalam menghemat energi di semua tingkatan operasionalnya. Melalui serangkaian inisiatif, perusahaan tidak hanya menumbuhkan budaya hemat di lingkungan kerja, tetapi juga mengajak masyarakat luas berpartisipasi dalam penggunaan energi yang lebih bijak.

Dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 28 Maret 2026, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menegaskan bahwa langkah penghematan energi di perusahaan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina. “Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini,” ujarnya.

Baron menekankan urgensi penggunaan energi secara bijak, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. “Penggunaan energi secara bijak, khususnya BBM dan LPG, saat ini menjadi hal yang mendesak. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM beberapa waktu lalu sebagai upaya bersama memitigasi dampak geopolitik terhadap jalur pasokan energi dunia.”

Di dalam perusahaan, Pertamina mendorong karyawan menggunakan transportasi publik. Untuk mempermudah, perusahaan menyediakan layanan shuttle bus dari kantor ke stasiun dan halte bus. Fasilitas ini memudahkan akses ke moda transportasi umum seperti kereta commuter line.

Inisiatif serupa tidak hanya berlaku di Jakarta. Beberapa unit kerja di daerah juga difasilitasi layanan bersama menuju kompleks perumahan atau titik kumpul strategis. Hal ini memperluas jangkauan program hemat energi ke seluruh jaringan perusahaan.

Selain itu, Pertamina mendorong penggunaan kendaraan kantor secara bersama. Karyawan di kota diharapkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan berbagi kendaraan kantor, sehingga total jam perjalanan pribadi menurun.

Efisiensi energi juga terintegrasi dalam budaya hidup sehat. Melalui program “Sehat Bugar dan Senang” (SEBUSE), karyawan didorong berolahraga di sela aktivitas. Ini termasuk berjalan kaki dari kantor ke halte bus atau stasiun, serta beberapa karyawan menerapkan Bike to Work.

Baron menambahkan, “Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan.”

Program budaya hemat energi tidak berhenti di lingkungan perusahaan. Pertamina meluncurkan program Mudik Bersama dan Balik Bersama yang mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik yang nyaman, aman, dan efisien energi. “Bareng-bareng Mudik menjadi program rutin Pertamina. Tahun ini, Pertamina juga menyediakan empat armada bus untuk balik ke Jakarta, sehingga Pertamina turut berkontribusi untuk penghematan energi,” jelas Baron.

Kembalinya para pemudik ke Jakarta dijadwalkan serentak dari empat kota pada Sabtu, 28 Maret 2026. Empat armada bus akan menampung penumpang yang kembali, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Di kantor, karyawan didorong mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan. Desain gedung perkantoran menggunakan kaca yang memaksimalkan cahaya alami, sehingga konsumsi listrik pada siang hari berkurang.

Operasional Pertamina juga memanfaatkan energi terbarukan. Beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), aset operasional, dan perkantoran telah dipasang panel surya. Pemasangan ini menambah kontribusi perusahaan terhadap energi bersih.

Program transisi energi tidak hanya terbatas pada perusahaan. Pertamina mengembangkan Desa Energi Berdikari, yang kini beroperasi di 252 titik. Program ini membantu masyarakat memanfaatkan energi baru terbarukan secara mandiri.

Selain itu, Pertamina terus memperluas jaringan gas rumah tangga. Tujuannya adalah menyediakan energi bersih yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat luas.

Baron menutup dengan harapan bahwa gerakan hemat energi dimulai dari lingkungan internal dan keluarga karyawan. “Sejalan dengan upaya hemat energi untuk menjaga ketersediaan energi saat ini, Pertamina berupaya memulai dari lingkungan internal dan keluarga pekerja, yang diharapkan dapat membangun kesadaran bersama, untuk bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan. Gerakan hemat energi ini akan menjadi budaya yang akan memperkuat swasembada energi bangsa,” pungkasnya.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa Pertamina berusaha menyesuaikan operasi dan budaya kerjanya dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan energi global. Dengan memfokuskan pada transportasi publik, efisiensi lampu, energi terbarukan, dan program masyarakat, perusahaan menegaskan peranannya sebagai pelaku utama dalam transisi energi di Indonesia.

Pertaminahemat energitransportasi publikenergi terbarukanprogram Mudikpanel suryadesa energi berdikari

Komentar

Memuat komentar...