Pertamina EP Produksi 205k BOPD, Rating AAA, 40k Penerima

Lina F. · 3 min baca · 6 hari lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Pertamina EP Produksi 205k BOPD, Rating AAA, 40k Penerima

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina EP (PEP) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 05 Juni 2026. Pada acara tersebut, Direktur Utama Rachmat Hidajat memaparkan pencapaian perusahaan sepanjang tahun 2025.

Perusahaan mencatat produksi minyak sebesar 68 338 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 792 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kombinasi keduanya menghasilkan total produksi setara minyak 205 ribu barel per hari (MBOEPD). Angka-angka ini menunjukkan stabilitas output di tengah dinamika pasar energi.

PT Pertamina EP mengelola fasilitas hulu migas di lima aset utama yang tersebar di 22 lapangan operasi, baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore). Lapangan-lapangan tersebut berada di 13 provinsi di seluruh Indonesia, menandakan jaringan operasional yang luas.

Dalam upaya memperkuat posisi eksplorasi, perusahaan mengeksekusi pengeboran 12 sumur eksplorasi dan 137 sumur pengembangan. Selain itu, PEP melakukan akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi. Data seismik ini menghasilkan penemuan sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE serta tambahan cadangan terbukti P1 sebesar 59 MMBOE.

“Capaian sepanjang lalu lalu, mencerminkan kemampuan Pertamina EP dalam menghadirkan inovasi operasional yang terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas yang lebih berkelanjutan dan resilien,” kata Rachmat dalam keterangan tertulis, Jumat (05 Juni 2026).

Rachmat menambahkan bahwa komitmen terhadap inovasi terlihat dari keberhasilan liquid onstream perdana di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1, Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Pencapaian ini menandai dimulainya produksi cairan sebesar 400 barel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang hingga 7 250 BLPD. Langkah ini merupakan bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus‑Gantar.

Seluruh tahapan pengembangan dijalankan dengan disiplin tinggi. PEP mencatat lebih dari 2,2 juta jam kerja selamat tanpa Lost Time Injury (Zero LTI). Kolaborasi erat dengan para pemangku kepentingan turut mendukung pencapaian ini. Pendekatan ini memastikan setiap fasilitas beroperasi sesuai standar kualitas, kapasitas desain, dan kesiapan jangka panjang, demi operasi hulu migas yang berkelanjutan.

Penguatan kinerja produksi, eksplorasi, dan keuangan didukung oleh penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), praktik Health, Safety, Security & Environment (HSSE), serta pengembangan inovasi dan teknologi. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi serta bisnis perusahaan.

Dari sisi kinerja korporasi, Pertamina EP memperoleh credit rating AAA (Sangat Sehat) dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tertinggi ini menandakan pengakuan atas fundamental bisnis dan pengelolaan perusahaan yang baik.

Keamanan kerja dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat lebih dari 3,12 juta jam kerja selamat. PEP juga meraih 17 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau dan 4 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui pelaksanaan 444 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, hingga kebencanaan. Implementasinya dilakukan di 30 kabupaten/kota di 13 provinsi. TJSL Pertamina EP memberikan manfaat kepada lebih dari 40 ribu penerima manfaat secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Komisaris Utama PT Pertamina EP, Morry Ermond, perusahaan menunjukkan performa optimal sepanjang tahun 2025. “Sepanjang 2025, Perusahaan telah menunjukkan performa yang efektif dalam menjaga keberlangsungan usaha dan mencapai hasil yang optimal, meskipun mengalami berbagai tantangan eksternal, baik di dalam maupun luar negeri,” jelas Morry.

Perkembangan ini menegaskan bahwa Pertamina EP terus berfokus pada peningkatan produksi, eksplorasi, dan keberlanjutan. Dengan dukungan kebijakan GCG, HSSE, serta program sosial, perusahaan berupaya menjaga stabilitas operasional sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Pertamina EPproduksi minyakeksplorasiseismik 3DGCGHSSEPROPERrating AAA

Komentar

Memuat komentar...