Pertamina Pacu Produksi Migas Zona 4

Dedi S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pertamina Pacu Produksi Migas Zona 4

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina (Persero) terus mendorong produksi minyak dan gas bumi dari berbagai aset strategis yang dimilikinya. Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung program Asta Cita Pemerintah.

Salah satu kontribusi utama berasal dari Subholding Upstream Regional 1 Zone 4, atau yang dikenal sebagai PHR Zona 4. Wilayah kerja ini berfokus pada pencapaian target melalui percepatan pengeboran, pengembangan lapangan, dan peningkatan keandalan fasilitas produksi.

Zona 4 beroperasi di Sumatera Selatan dengan luas area kerja mencapai 28.282 kilometer persegi. Wilayah ini mengelola tujuh lapangan migas, 98 fasilitas produksi, dan lebih dari 1.000 sumur produksi. Hingga Juli 2026, produksi yang tercatat mencapai sekitar 27.000 barel minyak per hari (BOPD) dan 506 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Angka ini menjadikan Zona 4 sebagai salah satu penopang penting pasokan energi nasional.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau langsung komitmen peningkatan produksi tersebut melalui Management Walkthrough (MWT) di wilayah operasi Zona 4, Prabumulih, pada Selasa, 21 Juli 2026. Dalam kunjungan itu, Iriawan melihat Integrated HSSE Demo Room, Lokasi Pengeboran Rig PDSI #30.2/D1000-E, dan Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Beringin A Pertamina EP Prabumulih Field. Peninjauan ini bertujuan memastikan program peningkatan produksi berjalan optimal dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE).

Menurut Iriawan, peningkatan produksi migas menjadi kunci menjaga ketahanan energi nasional. Setiap upaya optimalisasi aset harus didukung operasi yang andal, efisien, dan mengutamakan keselamatan kerja.

"Zona 4 memiliki peran strategis dalam mendukung produksi migas nasional. Saya melihat langsung semangat Perwira Pertamina dalam menjaga operasi tetap andal sekaligus terus meningkatkan produksi. Produktivitas harus berjalan seiring dengan disiplin HSSE agar target produksi dapat dicapai secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional," ujar Iriawan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Juli 2026.

Iriawan juga mengapresiasi berbagai inisiatif yang dijalankan Zona 4. Inisiatif tersebut meliputi percepatan pengeboran sumur, pengembangan lapangan, dan penguatan keandalan fasilitas produksi. Langkah-langkah ini dinilai menjadi pondasi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, terutama karena kebutuhan energi masyarakat terus meningkat.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan sektor hulu memegang peranan penting dalam mewujudkan swasembada energi. Oleh karena itu, Pertamina terus mengoptimalkan aset-aset produksinya melalui penerapan teknologi, penguatan keandalan operasi, dan peningkatan efisiensi untuk menghasilkan produksi migas berkelanjutan.

"Setiap peningkatan produksi dari lapangan migas merupakan kontribusi nyata Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pengelolaan aset yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan, Pertamina terus mendukung pencapaian target produksi migas nasional sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi," pungkas Baron.

Kunjungan Iriawan ke Zona 4 menunjukkan fokus Pertamina pada aspek operasional dan keselamatan kerja. Dengan produksi harian yang signifikan, wilayah kerja ini menjadi salah satu andalan perusahaan dalam memenuhi target energi nasional. Upaya percepatan pengeboran dan pengembangan lapangan terus dilakukan, namun tetap berpegang pada standar HSSE yang ketat. Ini mencerminkan keseimbangan antara target produksi dan keselamatan kerja yang menjadi prioritas perusahaan.

Pertaminaproduksi migasketahanan energiPHR Zona 4Sumatera SelatanHSSEpengeboran

Komentar

Memuat komentar...