Teknologi Elnusa Pacu Produksi Migas Lapangan Tua

Endah K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Teknologi Elnusa Pacu Produksi Migas Lapangan Tua

Gambar atau konten salah?

PT Elnusa Tbk, yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat produksi minyak dan gas bumi di Indonesia. Perusahaan ini berperan sebagai mitra strategis bagi PHR Zona 4 dengan menerapkan teknologi Dual Completion di Adera Field.

Teknologi Dual Completion ini menjadi bagian dari strategi pengembangan lapangan PHR Zona 4. Tujuannya adalah mengoptimalkan potensi ladang migas yang sudah masuk ke fase mature field atau lapangan tua. Teknologi ini melengkapi berbagai inisiatif lain seperti development drilling, step out drilling, dan optimalisasi reservoir. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam memanfaatkan cadangan hidrokarbon yang tersisa.

Andri Haribowo, Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, menyatakan bahwa kerja sama dengan PHR Zona 4 menunjukkan komitmen Elnusa dalam menghadirkan solusi operasi yang bernilai tambah bagi industri hulu migas nasional. "Keberhasilan implementasi Dual Completion bersama PHR Zona 4 merupakan bukti bahwa sinergi antara operator dan perusahaan jasa energi mampu menciptakan operasi yang lebih produktif dan efisien," kata Andri dalam keterangan tertulis pada Kamis, 23 Juli 2026.

Dalam kerja sama ini, Elnusa memberikan dukungan melalui kapabilitas Well Intervention & Completion, Engineering Services, serta pelaksanaan operasi lapangan yang mengutamakan standar HSSE (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan). Kapabilitas tersebut memungkinkan pekerjaan completion dilakukan tepat waktu, aman, dan sesuai standar operasional. Hal ini mendukung optimalisasi produksi lapangan PHR Zona 4 sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan lapangan migas Pertamina.

Dengan menerapkan teknologi Dual Completion pada sumur BNG-D14 di Adera Field, dua reservoir bisa diproduksikan melalui satu sumur. Tidak perlu melakukan pengeboran sumur baru pada setiap lapisan. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan, mengurangi kebutuhan intervensi sumur, dan mengoptimalkan pemanfaatan reservoir yang masih produktif. Hasilnya, ini menjadi solusi efektif bagi lapangan migas yang sudah memasuki fase mature.

Penerapan Dual Completion pada program pengembangan lapangan PHR Zona 4 memberikan tambahan produksi sekitar 480 BOPD minyak dan 3,3 MMSCFD gas. Angka ini melampaui target awal yang hanya 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD. Implementasi teknologi ini menjadi salah satu upaya optimalisasi lapangan tua melalui pemanfaatan reservoir yang lebih efisien.

Teknologi ini rencananya akan diterapkan pada sumur-sumur berikutnya, yaitu GNK-PD80 dan BNG-B7. Menurut Andri, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antara operator dan penyedia jasa energi memiliki peran penting dalam menciptakan operasi yang semakin efektif, aman, dan berkelanjutan. "Kami percaya keberhasilan peningkatan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi yang solid antar entitas Pertamina Group," tutup Andri.

Secara keseluruhan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa teknologi Dual Completion mampu menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produksi dari lapangan migas yang sudah tua. Kolaborasi antara Elnusa dan PHR Zona 4 menjadi contoh bagaimana sinergi internal di lingkungan Pertamina bisa menghasilkan peningkatan produksi yang signifikan, melebihi target yang ditetapkan.

ElnusaDual CompletionPHR Zona 4produksi migaslapangan tuateknologiefisiensi

Komentar

Memuat komentar...