Petani Tuban Viral Terbang Pakai Drone
Gambar atau konten salah?
Sebuah video yang memperlihatkan seorang petani seperti sedang terbang dengan menggunakan drone ramai dibicarakan di media sosial. Dalam tayangan tersebut, tampak seorang pria dengan tenang melayang di udara, persis seperti adegan dalam film kartun Doraemon yang menggunakan baling-baling bambu. Drone itu mampu mengangkat tubuhnya hingga ketinggian kurang lebih 15 meter dari tanah dan bisa menempuh jarak sekitar 1 kilometer dalam sekali terbang.
Setelah ditelusuri, peristiwa ini terjadi di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Pria yang mengunggah video tersebut adalah Budianto (47), Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang. Ia mengakui bahwa video itu dibuat sebagai konten untuk menambah jumlah pengikut di akun media sosialnya. Lokasi pengambilan gambar berada di area perkebunan Desa Sembungrejo, Merakurak, Tuban. Sementara orang yang terbang dalam video adalah Daeman (53), kepala area perkebunan sekaligus mitra kerja Budianto.
Budianto menjelaskan, drone yang digunakan di lahannya sebenarnya hanya berfungsi untuk membantu operasional pertanian. Alat itu dipakai untuk mengangkut bibit, pupuk, dan hasil panen ke area tanam. "Perlu kami sampaikan bahwa penggunaan drone yang sebenarnya di lahan kami hanya difungsikan untuk membantu operasional pertanian, yaitu untuk mengangkut bibit, pupuk, dan hasil panen ke area lahan tanam," ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu, 09 Juli 2026.
Drone tersebut juga digunakan untuk menyemprotkan pestisida cair dan pupuk cair ke tanaman dari ketinggian. Cara ini dinilai lebih efektif, terutama untuk menjangkau area yang medannya sulit dilalui. Menurut Budianto, alat terbang ini merupakan hasil modifikasi dari drone pertanian biasa. Kapasitas daya angkutnya mencapai sekitar 150 kilogram untuk keperluan operasional perkebunan.
Ia menegaskan bahwa aktivitas dalam video bukanlah metode transportasi kerja yang diterapkan untuk para petani atau pekerja di lahannya. "Drone tidak digunakan untuk mengangkut orang," tegasnya. Alat itu dipastikan hanya untuk distribusi pupuk, bibit, dan mengangkut hasil panen. "Awalnya ya untuk pupuk, untuk bibit dan ke depannya nanti kalau sudah panen ya untuk ngangkut hasil panen," tambah Budianto.
Daeman, pria yang terbang dalam video, juga membenarkan bahwa aksinya itu murni konten. Ia tidak menyangka videonya bisa menjadi viral. "Awalnya kita kan hanya konten. Itu aja sih," kata Daeman. Menurutnya, teknologi canggih ini dipilih karena akses menuju lahan garapannya sulit dilalui kendaraan bermotor. Drone menjadi solusi untuk memangkas waktu dan tenaga.
"Jadi 100 kilo pupuk sama pisang. Oh satu baterai kalau jarak 1 kilo sudah 3 kali-an (bisa mengangkut). Akses. Ini itu ada tambak nggak bisa, jalan motor nggak bisa. Sangat efektif. Kan hanya perjalanan berapa menit," ungkapnya. Daeman menambahkan, inovasi penggunaan drone ini baru ia terapkan tahun ini. Meski aksinya viral, ia belum berencana menyewakan alat tersebut kepada pihak lain. "Baru tahun ini. Mungkin nggak, nggak disewakan," tandasnya.
Video ini menjadi perbincangan karena menampilkan sesuatu yang tidak biasa. Namun, dari penjelasan kedua pihak, jelas bahwa drone tersebut bukanlah alat transportasi untuk manusia. Fungsinya tetap untuk keperluan pertanian, seperti mengangkut pupuk dan hasil panen. Konten viral itu hanyalah sebuah eksperimen yang kebetulan menarik perhatian banyak orang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
