PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026, Tekan Emisi 22 Ribu Ton CO2e
Gambar atau konten salah?
Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, yang lebih dikenal dengan singkatan PGN, baru saja menerima penghargaan Platinum Award. Penghargaan ini diberikan dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards atau InTechSEA 2026. Ajang ini diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin di Jakarta pada Senin, 14 September 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara langsung menyerahkan penghargaan bergengsi tersebut kepada pihak perusahaan.
Tema yang diusung dalam penganugerahan tahun ini adalah inovasi kolaboratif. Tujuannya jelas: mewujudkan masa depan yang inklusif dan ramah lingkungan. Penghargaan Platinum Award ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya PGN dalam mengembangkan solusi inovatif yang mendukung energi berkelanjutan. Bukan sekadar seremoni, penghargaan ini menandai pengakuan atas kerja nyata perusahaan di lapangan.
PGN membuktikan komitmennya dalam mendukung transisi energi melalui pelaksanaan 37 inisiatif dekarbonisasi. Inisiatif-inisiatif ini tersebar di berbagai entitas perusahaan. Hasilnya? Cukup signifikan. Perusahaan mencatat estimasi penurunan emisi hingga kurang lebih 22 ribu ton CO2 ekuivalen (CO2e) per Juni 2026. Angka ini menunjukkan kontribusi nyata terhadap upaya penurunan emisi secara nasional.
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, angkat bicara. Menurutnya, capaian positif ini membuktikan bahwa inovasi dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan. Tidak perlu saling mengorbankan. Kesuksesan ini, kata dia, terwujud tanpa mengesampingkan upaya perusahaan dalam menjaga standar keandalan operasional sehari-hari. PGN, lanjut Arief, terbukti mampu menciptakan nilai tambah ganda. Nilai tambah itu dirasakan oleh kemajuan bisnis perusahaan maupun kepuasan para pelanggan.
"Bagi PGN, inovasi tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi harus dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata. Upaya dekarbonisasi yang kami jalankan menunjukkan aspek lingkungan dapat berjalan seiring dengan efisiensi operasional dan penciptaan nilai bisnis," ujar Arief dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 29 September 2026.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara aspek ekologi dan ekonomi ini akan terus menjadi pilar utama strategi bisnis perusahaan ke depannya. Penghargaan Platinum Award ini, menurut Arief, menjadi motivasi bagi PGN untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan. Relevan dengan kebutuhan industri, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan relevan dengan perkembangan transisi energi. Dorongan motivasi ini, katanya, siap memacu seluruh jajaran internal PGN untuk melahirkan lebih banyak terobosan baru.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor midstream dan downstream gas bumi, PGN terus memperkuat perannya. Perusahaan ini ingin menjadi bagian penting dalam sistem energi ramah lingkungan. Upaya strategis ini dieksekusi secara terukur. Caranya? Melalui pengembangan infrastruktur lanjutan dan peningkatan konektivitas jaringan. Perusahaan juga rutin melakukan digitalisasi operasional. Selain itu, PGN menghadirkan solusi energi yang sesuai dengan karakteristik setiap pelanggannya.
Layanan penyaluran gas bumi PGN saat ini sudah menjangkau berbagai segmen penting. Mulai dari rumah tangga, komersial, hingga industri. Suplai energi bersih ini juga disalurkan secara andal untuk menyokong kebutuhan operasional pembangkit listrik dan transportasi darat. PGN juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG). Tujuannya? Memperluas jangkauan ke wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.
Dalam memperkuat konektivitas infrastruktur, PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) serta Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Perusahaan plat merah ini juga ikut memaksimalkan fungsi LNG Hub beserta berbagai fasilitas infrastruktur lainnya. Penguatan jaringan terintegrasi ini diarahkan secara khusus untuk meningkatkan fleksibilitas sekaligus keandalan pasokan energi nasional. Semua dilakukan secara bertahap dan terencana.
Sejalan dengan agenda besar tersebut, PGN kini mulai mempersiapkan infrastrukturnya agar semakin adaptif. Adaptif dalam menyambut sumber energi masa depan. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui pengembangan injection point di wilayah Sumatera Selatan. Fasilitas canggih ini dirancang untuk mendukung penyaluran energi alternatif seperti Coal Bed Methane (CBM) dan biometana. Ini bukan proyek kecil, ini investasi jangka panjang.
"Transformasi energi membutuhkan infrastruktur yang semakin terintegrasi dan adaptif. Karena itu, PGN tidak hanya memperkuat infrastruktur yang ada, tetapi juga mempersiapkannya agar dapat mengakomodasi sumber energi yang semakin beragam," jelas Arief.
Ia menambahkan bahwa infrastruktur adaptif ini menjadi kunci penentu kesuksesan jalannya program transisi menuju energi bersih. "Langkah ini penting untuk memperkuat fleksibilitas pasokan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang," tambah Arief. Kapasitas pasokan yang fleksibel, menurutnya, akan memastikan roda perekonomian negara tetap berputar stabil di segala situasi. Tidak peduli apa pun tantangan yang datang.
Seluruh proses transformasi bisnis ini juga didukung penuh oleh sistem digitalisasi dalam pengelolaan infrastruktur gas bumi. PGN saat ini telah mengoperasikan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Sistem pintar ini memungkinkan aktivitas pemantauan, pengendalian, dan pengelolaan seluruh jaringan gas bumi dilakukan secara real-time dari jarak jauh. Bayangkan, semua bisa dikendalikan tanpa harus berada di lokasi.
Integrasi data operasional melalui SCADA sangat membantu manajemen dalam mengambil keputusan bisnis secara cepat dan akurat. Di sisi lain, PGN terus menjaga tingkat keandalan dan keselamatan jaringan pipa transmisi. Panjangnya? Lebih dari 33.000 kilometer. Seluruh aset vital ini selalu dirawat dengan standar mitigasi perubahan iklim dan tata kelola keamanan lingkungan yang sangat ketat. Tidak ada kompromi soal keselamatan.
"Upaya dekarbonisasi harus berjalan seiring dengan keandalan dan keselamatan operasional. Karena itu, PGN terus mendorong inovasi yang dapat menekan emisi dan meningkatkan efisiensi, dengan tetap memastikan seluruh infrastruktur dan layanan gas bumi beroperasi secara andal serta memenuhi standar keamanan dan keselamatan," ujar Arief. Prioritas prosedur keselamatan kerja ini mutlak dipertahankan di setiap lini operasional perusahaan tanpa terkecuali. Setiap karyawan, setiap proses, setiap hari.
Ke depannya, PGN berkomitmen akan terus memperkuat inovasi dan jalinan kolaborasi strategis bersama berbagai pemangku kepentingan terkait. Lewat optimalisasi infrastruktur dan digitalisasi sistem, PGN siap tampil menjadi garda terdepan pendukung ketahanan energi nasional. Perusahaan optimis langkah komprehensif ini mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Nilai tambah itu, mereka yakini, akan dirasakan oleh kemajuan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta masa depan bisnis itu sendiri.
Penghargaan Platinum Award di InTechSEA 2026 ini menegaskan bahwa PGN tidak hanya berbicara soal transisi energi, tetapi juga menjalankannya secara konkret. Dengan 37 inisiatif dekarbonisasi yang sudah berjalan dan target penurunan emisi yang terukur, perusahaan ini menunjukkan bahwa sektor energi bisa berbenah. Tentu saja, perjalanan masih panjang. Tapi langkah awal sudah diambil, dan hasilnya mulai terlihat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Dibuka Merah, Terjun ke Level 6.083
BEI Berlakukan Short Selling 5 Saham Mulai 1 Oktober
Dolar AS Tembus Rp 18.000 di Awal Perdagangan Selasa
BEI Hapus Batas Minimum Harga Saham, 26 Saham Rp 50 Kena ARB
Low Tuck Kwong Tetap Kuasai Bayan Resources
Saham Tambang Kompak Melemah Usai Aturan Baru Terbit
