Pilot CNG 3kg di Indonesia: Usaha Kurangi Impor LPG

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Pilot CNG 3kg di Indonesia: Usaha Kurangi Impor LPG

Gambar atau konten salah?

Indonesia akan memulai uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg pada tahun ini, sebagai upaya menekan ketergantungan pada LPG 3 kg yang masih diimpor.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, menegaskan pada 13 Mei 2026 bahwa “Tahun ini sudah akan ada beberapa pilot project. Tahun ini sudah ada,”. Ia menjelaskan bahwa rencana pilot ini masih dalam tahap evaluasi, terutama mengenai aspek keselamatan.

Evaluasi tersebut melibatkan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Ketenagakerjaan. Pemerintah berharap semua pihak dapat menyelaraskan standar teknis dan prosedur keselamatan sebelum implementasi secara luas.

Laode menambahkan, “Sebenarnya alternatif dan pengganti kan artinya sama ya. Cuman kalau kita bilang pengganti itu masif sama besar, kalau alternatif kita ada tahapan-tahapannya. Yang benar itu kita ada tahapan-tahapannya,”. Ia menekankan bahwa transisi CNG akan dilakukan secara bertahap, bukan langsung menggantikan LPG 3 kg.

Data menunjukkan Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton per tahun LPG. Keterbatasan produksi bahan baku utama LPG, yaitu gas propana dan butana (C3, C4), menjadi kendala utama. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa ia “Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya, dan salah satu problem kita di Indonesia kenapa tidak bisa kita membangun industri LPG adalah bahan baku LPG itu C3, C4 dan itu produksi di kita tidak terlalu banyak,”.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Bahlil menyatakan dua strategi utama. Pertama, transisi energi melalui bahan bakar dimetil eter (DME). Kedua, pemanfaatan CNG. Ia menegaskan bahwa bahan baku CNG tersedia melimpah di dalam negeri.

Menurut Bahlil, “(CNG) dari gas cair C1, C2. Dan itu industri di dalam negeri kita banyak. Tetapi dia memakai satu alat yang kemudian bisa ditekan sampai dengan 250 sampai 400 bar, tekanannya sehingga pemakaiannya itu bisa baik,”. Ia menjelaskan bahwa teknologi tekanan tinggi memungkinkan gas cair C1, C2 diubah menjadi CNG dengan efisiensi tinggi.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat mengurangi impor LPG, memanfaatkan sumber daya alam yang ada, dan memperkuat ketahanan energi nasional. Proses evaluasi keselamatan dan kolaborasi antar kementerian menjadi kunci keberhasilan pilot CNG 3 kg, yang diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan bagi konsumen di Indonesia.

CNG 3 kgLPG imporpilot projectBSNDMEgas C1 C2ketahanan energi

Komentar

Memuat komentar...