PMK Boyolali: 51 Kasus, Meningkat Pasar Ternak Idul Adha

Hari W. · 2 min baca · 9 hari lalu · 46 dibaca
Bisik.id
PMK Boyolali: 51 Kasus, Meningkat Pasar Ternak Idul Adha

Gambar atau konten salah?

PMK atau penyakit mulut dan kuku kembali terdeteksi di Boyolali, dengan 51 kasus yang tercatat sejak Januari hingga Mei 2026. Penyebaran ini dipandang terkait lonjakan perdagangan ternak menjelang Idul Adha.

Plt Kepala Disnakan Boyolali, Ahmad Gojali, mengonfirmasi peningkatan kasus. Ia berkata, “Nggih (Iya), ada peningkatan,” pada siaran wartawan Senin, 25 Mei 2026.

Gojali menjelaskan bahwa perdagangan hewan, baik di pasar maupun online, meningkat tajam menjelang perayaan Idul Adha. Ia menambahkan, “Tingginya lalu lintas ternak 3-4 bulan menjelang Hari Raya Kurban dapat menyebabkan peningkatan kejadian kasus PMK.”

Menurutnya, tingginya arus ternak pada periode tersebut menjadi penyebab utama peningkatan PMK di Boyolali. Hingga saat ini, kasus PMK pada sapi ditemukan di 7 wilayah kecamatan, meski ia tidak menyebutkan nama kecamatan tersebut.

Gojali menegaskan bahwa petugas sudah segera menindaklanjuti laporan. Ia menyatakan, “Sudah langsung ditangani petugas. Peternak yang melapor melalui hotline servis Keswan akan segera ditangani dan dipantau perkembangannya.”

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Disnakan Boyolali telah melakukan vaksinasi rutin. Pada 19 Mei 2026, 13.500 dosis vaksin PMK telah diberikan kepada ternak masyarakat. Kegiatan vaksinasi ini masih berlangsung hingga hari ini.

Vaksinasi PMK dilakukan dua kali setahun, termasuk revaksinasi dan booster. Tahun ini, targetnya adalah 35 dosis vaksin PMK yang akan disuntikkan ke ternak milik masyarakat Boyolali.

Selain vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan juga diperketat. Petugas Disnakan dan UPT Puskeswan di setiap wilayah memeriksa kesehatan fisik, melakukan uji laboratorium, dan meninjau riwayat vaksinasi. Hewan yang lolos mendapat SKKH yang diterbitkan oleh Dokter Hewan Berwenang dan Pejabat Otoritas Veteriner, keduanya memiliki SK dari Bupati Boyolali.

Disnakan juga terus menyebarkan informasi melalui leaflet di pasar hewan serta media sosial. Ia menilai bahwa kondisi tahun ini lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya, ketika terjadi serangan PMK kedua setelah 2022 dengan 452 kasus di 16 kecamatan dan 151 ekor ternak mati.

Gojali menutup pernyataannya dengan harapan, “Insyaallah untuk tahun ini lebih terkendali, karena kebanyakan ternak kita sudah divaksin sampai dengan booster.”

Kasus PMK di Boyolali menunjukkan pentingnya pengawasan lalu lintas ternak dan vaksinasi rutin, terutama menjelang perayaan Idul Adha. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus dan mencegah kematian ternak di masa mendatang.

PMKBoyolaliIdul Adhaperdagangan ternakvaksinasi rutinDisnakankasus 2026

Komentar

Memuat komentar...