PNM layani 23,1 juta nasabah, rekor baru
Gambar atau konten salah?
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kini telah melayani lebih dari 23,1 juta nasabah di berbagai penjuru Indonesia. Jumlah tersebut merupakan rekor baru bagi perusahaan yang fokus pada pemberdayaan masyarakat prasejahtera, terutama perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Sejak bergabung dengan Danantara, PNM memperluas jangkauan manfaatnya. Langkah ini bertujuan mendorong perekonomian kelompok kurang mampu. Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan bahwa dukungan Danantara menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemberdayaan yang lebih berdampak.
"Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya," ujar Kindaris dalam keterangan tertulis pada 19 Agustus 2026.
PNM juga memperkuat tata kelola perusahaan bersama Danantara. Hal ini mencakup penyusunan laporan keuangan yang lebih baik, akuntabel, dan mampu mencerminkan kondisi perusahaan secara tepat. Kindaris menambahkan, "Bersama Danantara, PNM ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat."
Penguatan tata kelola ini menjadi fondasi krusial. Tujuannya agar seluruh operasional bisnis PNM berjalan lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. Namun, perusahaan tidak ingin meninggalkan tujuan utamanya: menghadirkan akses, pendampingan, dan kesempatan bertumbuh bagi masyarakat prasejahtera.
PNM juga berupaya menjaga kualitas penyaluran pembiayaan. Targetnya agar semakin tepat sasaran, terukur, dan mampu mendukung keberlanjutan usaha para nasabah. Upaya ini membuka ruang bagi PNM untuk menebar manfaat yang lebih luas.
Manfaat tersebut mencakup peningkatan kapasitas usaha, pendampingan kelompok, hingga membangun kepercayaan diri kaum perempuan prasejahtera. Dengan begitu, mereka dapat terus bertumbuh dan sejahtera bersama keluarganya. Perusahaan menekankan bahwa pemberdayaan bukan sekadar angka, melainkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia Jajaki Kerja Sama Energi dengan AS dan Norwegia
Dana Iklim Rp 8.000 Triliun Tak Bisa APBN Saja
Presiden Prabowo Batal Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM
Pengusaha Sambut Target PLTS 100 GW, Soroti Tantangan Infrastruktur
G7 Lepas 100 Juta Barel Solar ke Pasar Global
BPMA Teken Tiga PKS Produksi Sumur Minyak Rakyat Aceh
Berita Terbaru
Indonesia Jajaki Kerja Sama Energi dengan AS dan Norwegia
Dana Iklim Rp 8.000 Triliun Tak Bisa APBN Saja
Presiden Prabowo Batal Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM
Pengusaha Sambut Target PLTS 100 GW, Soroti Tantangan Infrastruktur
G7 Lepas 100 Juta Barel Solar ke Pasar Global
BPMA Teken Tiga PKS Produksi Sumur Minyak Rakyat Aceh
Warga Honduras Blokade Jalan, Protes BBM Naik 11 Pekan
Arab Saudi Siap Serang Houthi Demi Amankan Laut Merah
Pelatihan WPPE: Simulasi Transaksi Efek hingga Sertifikasi BNSP
