Pohon Pule Roboh, Rumah Istriyah Tak Terhuni di Grabag

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Pohon Pule Roboh, Rumah Istriyah Tak Terhuni di Grabag

Gambar atau konten salah?

Istriyah (50) tinggal di Dusun Banjaran, Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang dan rumahnya tertimpa pohon pule pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Akibatnya, bangunan mengalami kerusakan berat dan pemiliknya harus mengungsi.

Setelah kejadian, warga setempat bergotong royong membersihkan pohon pule besar yang roboh. Kegiatan ini menunjukkan solidaritas komunitas dalam menghadapi bencana.

“Di Grabag ada empat dampak dari curah hujan kemarin. Yang pertama, di Dusun Batur, Desa Citrosono, kedua di Dusun Nipis, Desa Sambungrejo terdampak longsor,” kata Camat Grabag Sri Utari kepada wartawan di lokasi banjir di Dusun Batur, Desa Citrosono, Senin, 4 Mei 2026.

Ia melanjutkan: “Terus di Dusun Butuh Banjarsari itu terjadi banjir bandang. Terus di Dusun Banjaran, Desa Banjarsari itu ada rumah yang tertimpa pohon (Pule),” sambung Sri. Pohon pule menimpa rumah warga di Dusun Banjaran, Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menegaskan tidak ada korban jiwa: “Alhamdulillah semua tidak ada korban jiwa dan semoga ini menjadi kewaspadaan masyarakat di dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu,” imbuhnya.

BPBD Kabupaten Magelang menyatakan penyebab pohon roboh akibat hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Dusun Banjarsari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Kondisi tanah di sekitar tebing makam penuh air, tidak mampu menahan debit air, kata Achmad, Staf Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, dalam laporan tertulisnya.

Material longsoran berupa pohon pule dengan diameter kurang lebih 2 meter dan pohon aren dengan diameter kurang lebih 60 cm roboh menimpa dua rumah warga. Kejadian tersebut mengakibatkan rumah milik Ibu Istriyah mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni, sementara rumah milik Miftahul Maarif mengalami kerusakan ringan pada bagian atap kamar, ujarnya.

Foto: Dok. BPBD Kabupaten MagelangSri.

Bencana ini menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca tidak menentu. Meskipun tidak ada korban jiwa, rumah-rumah terkena dampak serius, mengingat kerusakan pada bangunan yang tidak dapat dihuni.

pohon pulebencana banjirlongsorkerusakan rumahkewaspadaan masyarakatcuaca tidak menentuBPBD Magelang

Komentar

Memuat komentar...