Potongan Ojek Online 8% Belum Berjalan, Driver Terima 20%
Gambar atau konten salah?
Pada 01 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa potongan tarif ojek online (ojol) oleh aplikasi akan turun menjadi 8 %. Pernyataan itu disampaikan di perayaan Hari Buruh Internasional, namun hingga kini kebijakan tersebut belum masuk ke praktik.
Ketika ditanya kapan potongan 8 % akan diberlakukan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli tidak banyak mengomentari. Ia hanya mengajak publik menunggu. "Tunggu aja, tunggu aja ya," kata Yassierli singkat di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, pada 18 Juni 2026.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), yang juga dipimpin oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyoroti ketidaksesuaian antara peraturan dan realitas. Ia mengutip Perpres Nomor 27 Tahun 2026, yang menegaskan bahwa potongan aplikasi ojol harus 8 % dan driver akan menerima 92 % tarif. Namun, di lapangan masih berlaku potongan 20 %.
Dalam pertemuan di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, pada 11 Juni 2026, Said Iqbal menyatakan: "Tapi sampai hari ini, kawan‑kawan ojol nggak terima. Ini di mana nih masalahnya? Padahal perintah dalam Perpres tersebut, potongan aplikator itu 8%, itu Presiden sendiri yang memutuskan, teman‑teman driver dapat 92%," katanya. Ia juga menegaskan bahwa KSPI memiliki anggota ojol dan masih terpaksa menerima potongan 20 %. “Berarti ngelawan Presiden kalau kayak begini. Ini Menteri Perhubungan harus diingatkan,” tambahnya.
Situasi ini menandai ketegangan antara kebijakan pemerintah dan praktik di lapangan. Potongan 8 % masih belum terwujud, sementara driver tetap menerima 20 % potongan. Perlu ada tindakan lebih lanjut agar peraturan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
