Prabowo Dorong Demutualisasi Pasar Modal

Dwi H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Dorong Demutualisasi Pasar Modal

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto menekankan perlunya perubahan besar di pasar modal Indonesia. Menurutnya, pasar modal yang kuat bisa membuka jalan bagi perusahaan dalam negeri untuk mendapatkan dana dan tumbuh lebih besar.

Pemerintah, kata Prabowo, akan terus mendorong reformasi dengan menerapkan demutualisasi pasar modal. Langkah ini dinilai bisa membuat pasar modal Indonesia lebih dipercaya dan mampu bersaing di tingkat global.

"Kita akan melanjutkan reformasi pasar modal dengan demutualisasi pasar modal. Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia," ujar Prabowo dalam keterangannya, Sabtu (15 Agustus 2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14 Agustus).

Prabowo menilai pasar modal yang kredibel sangat penting. Bukan hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga untuk usaha kecil dan rintisan.

"Pasar modal yang bekerja dengan baik ini adalah masalah keadilan. Soal kesempatan perusahaan rintisan, startup, pengusaha-pengusaha kita bisa naik kelas, menambah ekuitas, menambah modal agar bisa memperbesar skala dan dampak usahanya," jelasnya.

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menyebut OJK telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham Indonesia.

"Dalam upaya membangun bursa yang kredibel, Otoritas Jasa Keuangan juga telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham kita," ungkapnya.

Prabowo menegaskan bahwa pelanggaran aturan bursa harus dihukum. Ini penting untuk membangun kepercayaan dari pelaku usaha dan investor.

"Mereka yang melanggar aturan bursa diberi sanksi," tegasnya.

Selain pasar modal, Prabowo juga mengumumkan rencana pemerintah untuk mengoperasikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Bursa ini akan berada di bawah pengawasan OJK.

Target operasionalnya adalah 1 Januari 2027. Rencana ini mendapat dukungan dari DPR RI.

Melalui bursa ini, produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor bisa bertemu dalam satu sistem yang diawasi. Data transaksi diharapkan menjadi lebih terbuka. Dengan begitu, celah untuk praktik curang bisa dipersempit.

"Dengan bursa mineral dan komoditas strategis dan bursa modal yang kredibel, Indonesia akan berhenti menjadi tempat negeri, tempat komoditas digali," pungkasnya.

Pasar modal Indonesia selama ini masih menghadapi tantangan dalam hal kepercayaan dan daya saing. Demutualisasi dan bursa komoditas baru adalah dua langkah yang diharapkan bisa mengubah posisi Indonesia dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi pemain yang lebih kuat di pasar global.

reformasi pasar modaldemutualisasibursa komoditaskepercayaan investorPrabowo Subiantodaya saing globalkeadilan usaha

Komentar

Memuat komentar...