Prabowo: Motor Bensin Bakal Kena Pajak Karbon

Endah K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo: Motor Bensin Bakal Kena Pajak Karbon

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang merancang berbagai skema pembiayaan untuk memudahkan masyarakat membeli sepeda motor listrik. Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah menurunkan suku bunga cicilan serta mengupayakan pembelian tanpa uang muka atau DP.

Menurut Prabowo, dukungan pendanaan ini akan melibatkan Danantara. Ia bercanda bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mungkin keberatan pada awalnya, tapi pada akhirnya akan menyetujui kebijakan tersebut. "Menteri Keuangan tidak akan terlalu suka tapi ya ini ujungnya you akan juga suka, di ujungnya. Kita akan turunkan apa itu? Bunga. Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP. Jadi, nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri," ucap Prabowo saat peluncuran motor listrik nasional, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Prabowo menambahkan, penggunaan motor listrik bisa menekan pengeluaran harian masyarakat jika dibandingkan dengan motor berbahan bakar bensin. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, penghematan biaya mobilitas menggunakan motor listrik bisa mencapai setidaknya 50%. "Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50% pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak gitu, minimal 50%, bahkan bisa sampai 70% di ujungnya," jelas dia.

Presiden juga mengingatkan bahwa di masa depan, kendaraan berbahan bakar bensin akan menghadapi berbagai kebijakan lingkungan, termasuk penerapan pajak karbon di sejumlah negara. Ia menyebut beberapa kota besar di dunia sudah melarang motor bensin masuk ke wilayah mereka. "Dan nanti mungkin karena ini sudah kebutuhan dunia, jadi ada namanya carbon tax. Di kota-kota besar seperti di Beijing enggak bisa motor bensin masuk. Jadi, ini warning aja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin ya," ujar Prabowo.

Bagi masyarakat yang sudah memiliki motor bensin, pemerintah akan menyiapkan skema khusus. Salah satu opsi yang tengah dipikirkan adalah program tukar tambah dengan motor listrik. "Tapi tenang aja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikitlah ya kan. Kalau TNI-Polri maunya enggak bayar aja terus," tutup Prabowo.

Skema-skema ini menunjukkan arah kebijakan pemerintah untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Program tukar tambah dan bunga cicilan rendah adalah pendekatan yang langsung menyasar kendala utama masyarakat: biaya awal. Dengan penghematan yang disebutkan mencapai hingga 70%, motor listrik memang menawarkan keuntungan jangka panjang, meskipun tantangan seperti infrastruktur pengisian daya dan ketersediaan model masih perlu diatasi.

motor listrikskema pembiayaanDP 0%bunga cicilantukar tambahpenghematan biayacarbon tax

Komentar

Memuat komentar...