Prabowo Peringatkan Jangan Terlalu Kagum Negara Kaya

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Prabowo Peringatkan Jangan Terlalu Kagum Negara Kaya

Gambar atau konten salah?

Prabowo Subianto berpidato di 20 Mei 2026 di DPR, mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak terlalu kagum kepada negara kaya yang merampas kekayaan bangsa lain.

Dalam pidatonya, ia menegaskan, “Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain,” sambil menekankan pentingnya kebanggaan dan keteguhan nasional.

Prabowo menolak sikap rendah diri dan selalu mengagumi ajaran luar negeri. Ia menegaskan bahwa bangsa yang berlebihan mengagumi bangsa lain seringkali gagal menerapkan pelajaran tersebut di dalam negeri.

Namun, ia juga menegaskan tidak ada ajakan membenci negara lain. Sebaliknya, ia mengajak Indonesia untuk tetap belajar dari negara lain sekaligus mempelajari sejarah agar tidak mengulang kesalahan masa lalu.

Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah, akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka. Ini adagium yang terjadi di banyak negara,” ucap Prabowo, mengingatkan bahwa sejarah kolonial Belanda masih menggelitik kesadaran kolektif.

Ia menyinggung Belanda, yang selama ratusan tahun mengkolonialisasi Indonesia, memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia sejak 1500-an hingga 1800-an. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena Belanda menguasai wilayah Nusantara yang kini menjadi Republik Indonesia.

Negara yang mungkin dari utara ke selatan mungkin tidak sampai delapan jam naik kendaraan. Dari laut ke perbatasan mereka mungkin tidak sampai empat jam dengan kendaraan, bisa memiliki PDB tertinggi di dunia. Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita, mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa para pendiri bangsa memahami bahwa bila pemimpin di Nusantara lemah dan tidak bersatu, kekayaan Indonesia akan terus diambil oleh kekuatan luar.

Rapat Paripurna DPR RI yang dihadiri Presiden ini akan membahas tiga agenda utama:

  • penyampaian KEM-PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027 oleh pemerintah;
  • laporan Badan Legislasi DPR RI atas evaluasi perubahan kedua Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2026 dilanjutkan dengan pengambilan keputusan;
  • pendapat fraksi-fraksi atas RUU inisiatif Komisi III DPR RI tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dilanjutkan dengan pengambilan keputusan menjadi RUU usulan DPR RI.

Dengan menyoroti sejarah kolonial, Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus belajar dari masa lalu dan menjaga kedaulatan serta kekayaan yang telah lama diambil. Ia mengajak semua pihak untuk tetap bersatu, belajar, dan tidak terjebak dalam sikap kagum berlebihan terhadap negara asing.

Prabowo SubiantoDPRkolonial BelandaPDBsejarahkebanggaan nasionalRAPBN 2027

Komentar

Memuat komentar...