Prabowo Puji Danantara: Laba BUMN Melonjak

Tika M. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Puji Danantara: Laba BUMN Melonjak

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Danantara Indonesia atas kinerjanya dalam memperbaiki kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam pidato tahunan di Gedung Parlemen Senayan pada Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden membeberkan sejumlah pencapaian BUMN yang berhasil mencatatkan lonjakan laba yang signifikan.

Data yang disampaikan oleh Presiden menunjukkan angka yang luar biasa. PT Timah mencatatkan kenaikan laba sebesar 804,7 persen. Kemudian, Pupuk Indonesia tumbuh 253 persen, Semen Indonesia naik 196,5 persen, Pegadaian menanjak 84,6 persen, Pertamina tumbuh 80 persen, Pelindo naik 60,4 persen, BTN mencatatkan kenaikan 40,8 persen, dan Bank Mandiri tumbuh 24,3 persen.

Tidak hanya soal laba. Beberapa BUMN berhasil melakukan turnaround—dari yang sebelumnya merugi, kini mencatatkan keuntungan. Krakatau Steel dan Kimia Farma adalah contohnya. Meskipun periode pencatatan keuangan mereka berbeda-beda, tren yang terlihat sama: semuanya bergerak ke arah positif.

Apresiasi Presiden ini menjadi sinyal penting. Sejak awal dibentuk, Badan Pengelola Investasi Danantara memang disambut dengan keraguan publik. Banyak yang mempertanyakan: apakah aset negara bisa dikelola lebih produktif jika semuanya dikonsolidasikan di bawah satu payung Danantara?

Kini, indikator kinerja mulai memberikan jawaban. Perbaikan profitabilitas, turnaround sejumlah perusahaan, serta agenda transformasi yang terus berjalan menunjukkan momentum positif dalam pengelolaan BUMN.

Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, turut mengapresiasi kinerja Danantara dalam mereformasi BUMN. "Itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada," ujar Andre di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Andre, kemitraan ini mencakup proses streamlining yang sedang dikerjakan oleh Danantara—mengurangi jumlah BUMN agar lebih efektif dan efisien. "Yang ketiga, membenahi bagaimana meningkatkan kinerja. Dan ini dasarnya adalah perubahan undang-undang BUMN yang kita lakukan yang menghadirkan Danantara dan juga perubahan keduanya untuk lebih menyempurnakan kinerja. Saya sangat senang bahwa Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang bermitra dengan kami di Komisi VI DPR RI," kata Andre.

Dengan hadirnya Danantara, BUMN dinilai semakin fokus ke bisnis inti. Aktivitas yang tidak menciptakan nilai tambah mulai dikurangi. Streamlining membuat struktur, proses, dan biaya ditata ulang agar lebih ramping dan disiplin. Lebih dari itu, aset negara di BUMN dioptimalkan untuk menghasilkan keuntungan, bukan sekadar tercatat di neraca.

Sinergi antar-BUMN juga diperkuat. Tujuannya untuk membuka peluang economies of scale dan economies of scope. Pendekatannya sederhana: aset negara tidak cukup hanya dimiliki. Aset harus dikelola secara produktif dan menghasilkan nilai.

Pengamat Komunikasi Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensat, menilai peran Danantara tidak sekadar membangkitkan kinerja BUMN. Lebih dari itu, Danantara telah mengembalikan optimisme publik. "Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang. Minimal di periode pertama pemerintahan presiden Prabowo dan sangat mungkin akan diteruskan di masa depan mengingat peran penting dan strategis yang saat ini dijalani oleh Danantara," kata Hensat pada Jumat, 14 Agustus.

Perbaikan kinerja BUMN saat ini juga dinilai bukan sekadar kebetulan. Ini bagian dari perubahan mendasar dalam cara mengelola perusahaan negara. Fokus pada bisnis inti, efisiensi organisasi, disiplin operasional, optimalisasi aset, serta penguatan tata kelola—semua ini menjadi bagian dari transformasi yang tengah berjalan.

Hal serupa disampaikan Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo. Menurutnya, reformasi BUMN adalah langkah penting untuk memastikan perusahaan negara semakin produktif dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian. "Reformasi BUMN merupakan langkah yang berani dan penting karena terlalu banyak perusahaan negara yang tidak produktif justru dapat membebani keuangan negara. BUMN harus diisi oleh perusahaan yang sehat, profesional, produktif dan mampu menciptakan nilai tambah. Namun, restrukturisasi juga harus dijalankan secara transparan, akuntabel dan profesional agar tujuan akhirnya benar-benar meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian dan penerimaan negara," ujar Bambang pada Jumat, 14 Agustus 2026.

BUMN yang moncer, menurut pengamat, bukan sekadar soal aset besar. Kinerja yang kuat lahir dari aset yang dikelola secara disiplin, organisasi yang efisien, serta manajemen yang profesional. Dalam konteks inilah Danantara memiliki peran penting: memastikan kekayaan negara tidak sekadar dimiliki, tetapi benar-benar dikelola untuk menciptakan nilai yang lebih besar.

Perubahan yang terjadi bukan sekadar restrukturisasi administratif. Ini adalah transformasi dalam cara mengelola aset negara untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi Indonesia.

Jika sebelumnya pertanyaan publik berkisar pada apa bedanya Danantara dengan pengelolaan BUMN di masa lalu, hari ini sebagian jawabannya mulai terlihat. BUMN semakin fokus. Efisiensi semakin didorong. Aset semakin dioptimalkan. Profitabilitas mulai membaik.

Perubahan paling mendasar adalah bergesernya ukuran keberhasilan. Dulu, yang penting adalah siapa yang mengelola aset negara. Sekarang, yang penting adalah seberapa produktif aset tersebut bekerja bagi Indonesia. Ini mencerminkan pergeseran paradigma: dari sekadar kepemilikan negara atas modal, menuju negara yang aktif mengelola kekayaannya untuk menciptakan nilai dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Arah ini selaras dengan pesan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI. "81 tahun yang lalu para pendiri bangsa [menetapkan] sebuah cita-cita, Indonesia yang berdaulat adil dan makmur. Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati [oleh] segelintir orang," kata Presiden dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 14 Agustus.

Inti dari semua ini adalah perubahan cara pandang. Dari sekadar memiliki aset, menjadi mengelola aset secara produktif. Danantara menjadi instrumen untuk mewujudkan itu. Hasil awalnya sudah mulai terlihat: laba BUMN naik, perusahaan yang sebelumnya rugi mulai untung, dan optimisme publik perlahan kembali.

DanantaraBUMNPrabowo Subiantokinerjareformasilabatransformasi

Komentar

Memuat komentar...