Prabowo Rencanakan 1 Juta Rumah Terjangkau untuk Buruh 2026

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Prabowo Rencanakan 1 Juta Rumah Terjangkau untuk Buruh 2026

Gambar atau konten salah?

Denpasar, 01 April 2026 – Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana besar untuk menyediakan hunian terjangkau bagi pekerja pada peringatan Hari Buruh. Ia menekankan pentingnya lokasi strategis dan skema kepemilikan yang fleksibel.

Prabowo menekankan opsi tenor cicilan hingga 40 tahun agar pembayaran lebih ringan bagi buruh. “Saya membuka opsi tenor cicilan hingga 40 tahun agar lebih ringan bagi buruh,” ujarnya.

Targetnya adalah pembangunan 1 juta rumah pada tahun ini. Hunian tersebut akan berada di sekitar kawasan industri dan pusat kerja, serta dikembangkan dalam bentuk kota‑kota baru yang didominasi rumah susun. Setiap kota baru diperkirakan akan memiliki sekitar 100 ribu rumah susun.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa setiap kota baru harus dilengkapi fasilitas lengkap. “Kota‑kota baru tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah susun dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi entah kereta api ringan, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik,” tutur Prabowo saat pidato dalam rangka peringatan Hari Buruh, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (01/04/2026).

Ia juga menyoroti fakta bahwa 30 persen penghasilan buruh biasanya digunakan untuk membayar sewa rumah. Prabowo menginginkan agar pekerja yang membayar sewa dapat mencicil rumah tersebut. “Jadi yang tadi 30% untuk kontrak kita kurangi itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau nggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun, karena buruh tidak mungkin lari kemana‑mana. Betul? Karena petani dan nelayan tidak akan kemana‑mana, betul?” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyoroti tingginya bunga pinjaman bank. Ia memerintahkan bank-bank milik Indonesia untuk menurunkan suku bunga. “Orang kecil pinjam uang, bunganya bisa 70% setahun. Saya sudah perintahkan bank-bank milik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal (bunga) 5% satu tahun,” tuturnya.

Rencana ini menandai langkah pemerintah untuk mempermudah akses properti bagi pekerja, sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di kota‑kota baru. Dengan skema cicilan panjang dan suku bunga rendah, diharapkan banyak buruh dapat memiliki rumah sendiri tanpa harus menanggung beban sewa yang tinggi.

Hunian terjangkauCicilan 40 tahunKota baruRumah susunFasilitas lengkapTransportasiSuku bunga rendah

Komentar

Memuat komentar...