Prabowo: Saya Larang Penjualan BUMN ke Asing
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ada rencana untuk menjual sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada pihak asing. Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud karena ia secara tegas menolaknya. Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 10 Juni 2026.
Menurut Prabowo, beberapa BUMN yang hampir dijual meliputi perusahaan-perusahaan di sektor pertahanan. Ia menyebutkan PT PAL (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI sebagai contoh. "Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual! PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dibunuh dan mau dijual. Kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," ujar Prabowo dengan tegas.
Prabowo melarang penjualan BUMN-BUMN tersebut. Ia berkomitmen untuk membangkitkan industri pertahanan dalam negeri. Tujuannya agar BUMN bisa bertahan dan bersaing. Kini, menurutnya, beberapa BUMN yang tadinya hampir dijual sudah menunjukkan kinerja yang baik. Contohnya adalah PT PAL yang kini mampu memproduksi kapal perang dan kapal selam. "PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, saudara-saudara sekalian," tegas Prabowo.
Selain PT PAL, Prabowo juga menyebut PT Pindad. Perusahaan ini, kata dia, baru saja mendapatkan kontrak untuk memasok senapan mesin ke Arab Saudi. "Sekarang baru saja saya dapat laporan dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad," sebutnya.
Bukan hanya BUMN pertahanan. Prabowo juga mengungkapkan bahwa maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) hampir dijual ke pihak asing. Namun, pemerintah memilih untuk memperbaiki manajemen perusahaan tersebut. Hasilnya, setelah bertahun-tahun merugi, Garuda Indonesia diperkirakan akan segera mencatatkan keuntungan. "Garuda (Indonesia) tadinya mau di jual, bulan depan sudah mulai untung, pelan-pelan kita perbaiki semua kekurangan," kata Prabowo.
Pernyataan Prabowo ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki sikap tegas terhadap kepemilikan BUMN strategis. Alih-alih menjualnya ke pihak asing, pemerintah memilih untuk membenahi internal perusahaan. Langkah ini diyakini akan membuat BUMN lebih kuat dan mampu bersaing di pasar global, tanpa harus kehilangan kendali atas aset-aset penting milik negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
DJP Kirim 1,8 Juta Surel Tagih Utang Pajak Rp 36 Triliun
Indonesia Naik Kelas, Setara Vietnam-Filipina
Pertamina Bagikan 8.800 Paket Seragam Sekolah Gratis
Prabowo Kaget Jumlah BUMN Ternyata 1.077
Prabowo: Penolak B50 Ingin RI Terus Impor Solar Demi Komisi
BI Ramal Penjualan Eceran Juni 2026 Tetap Terjaga
