Presiden Kirim Sapi Jumbo 1,15 Ton ke Sulawesi Barat

Lina F. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Presiden Kirim Sapi Jumbo 1,15 Ton ke Sulawesi Barat

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto mengirimkan tujuh ekor sapi jumbo ke Sulawesi Barat untuk dirunduk di Idul Adha 2026. Sapi jantan jenis Limosin yang diberi nama Bagong menjadi hewan kurban terberat, dengan berat mencapai 1.150 kilogram atau 1,15 ton.

Bagong dibeli Presiden dari peternak bernama Muh Nur, yang tinggal di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Nama Bagong dipilih karena pada masa kecilnya sapi ini memiliki ciri fisik gemuk dan pendek, mirip dengan tokoh pewayangan Bagong.

"Karena besar dan pendek seperti Bagong di tokoh pewayangan, ciri-cirinya sama waktu kecil, sekarang besar," kata anak Muh Nur bernama Rijal kepada wartawan, Jumat (15 Mei 2026).

Rijal mengaku tidak menduga sapi peliharaannya, yang berusia 3,5 tahun, akan terpilih sebagai hewan kurban Presiden. Proses seleksi calon sapi kurban cukup ketat, dan banyak peternak dari wilayah Sulawesi Barat ikut berpartisipasi.

"Tidak nyangka kalau bakalan terpilih sebagai sapi kurban presiden. Saya juga sempat ragu karena banyak saingan," ungkapnya. Setelah ditimbang, ia terkejut karena beratnya lebih dari satu ton. “Saya tidak pernah menduga karena memang tidak pernah ditimbang,” sambung Rijal.

Rijal mendapat kabar bahwa sapi miliknya terpilih sebagai hewan kurban Presiden dari petugas dinas terkait. Ia menerima informasi bahwa sapi tersebut memiliki bobot paling berat di antara semua sapi yang mengikuti seleksi.

“Bulan lalu ada petugas datang, sampaikan sapi saya terpilih jadi sapi Presiden. Petugas juga menyampaikan kalau sapi saya bobotnya paling berat di antara semua sapi yang mengikuti seleksi,” tuturnya.

Menurut Rijal, sapi tersebut dibeli Presiden seharga Rp 118 juta. Rencana penyembelihan Bagong sebagai hewan kurban Presiden akan dilangsungkan di salah satu masjid di wilayah Kabupaten Mamuju. “Disepakati harganya Rp 118 juga, akan dibawa ke Mamuju,” imbuh Rijal.

Bagong, yang berjenis Limosin dan berat 1,15 ton, telah menerima perawatan khusus sejak lahir. Meskipun dipelihara di kandang sederhana, pemiliknya memberikan pakan pilihan dan konsentrat.

“Makannya rutin dua kali sehari, tidak boleh telat. Pakannya rumput gajah diberi konsentrat seperti dedak sama ampas tahu,” jelas Rijal. Ia juga rutin memandikan Bagong hingga tiga kali sehari untuk menghindari penyakit dan menjaga kebersihan tubuh.

“Sekarang lebih sering dimandikan, biar sehat. Kalau dulu hanya dua kali sehari, sekarang bisa sampai tiga kali sehari, karena kalau telat dimandikan suka gelisah, karena tidak suka kalau badannya kotor,” terangnya.

Setiap malam, Rijal sengaja membakar sekam gabah di sekitar kandang. Langkah ini bertujuan mengusir nyamuk agar Bagong dapat tidur dengan nyaman. “Kita siapkan juga sekam yang berfungsi sebagai obat nyamuk. Supaya kalau malam bisa tidur nyenyak,” imbuhnya.

Meski berukuran jumbo, Bagong tetap jinak. Rijal menyebutnya suka bermain dan senang bila tubuhnya dielus-elus, baik dengan alat maupun tangan kosong. “Ini sapi sangat jinak dan suka main. Apalagi kalau sambil dielus-elus saat dimandikan, itu dia sangat suka,” ucapnya meyakinkan.

Setelah dinyatakan terpilih sebagai hewan kurban Presiden, Rijal meningkatkan pengamanan di sekitar kandang Bagong. Ia melakukan ronda secara rutin, mulai setelah isya sampai subuh, dan memasang satu unit kamera pengawas CCTV di kandang.

“Tiap malam kita melakukan ronda, dari setelah isya sampai subuh. Ada juga kita pasang kamera CCTV buat jaga-jaga,” ungkap Rijal. Ia juga menambahkan beberapa lonceng sebagai alarm darurat di sekitar kandang. Lonceng tersebut dipasang pada titik tertentu yang akan berbunyi jika tersentuh oleh orang atau binatang.

“Itu juga buat jaga-jaga. Jadi kalau ada sesuatu yang bergerak di sekitar kandang bisa langsung berbunyi,” ungkap Rijal.

Meski merasa senang dan bangga karena sapi kesayangannya dipilih oleh Presiden, Rijal juga mengaku sedih akan kehilangan Bagong. Ia menegaskan bahwa sapi tersebut telah dirawat dengan baik sejak lahir.

“Senang campur sedih. Senangnya karena tidak menduga Bagong terpilih sebagai sapi Presiden, sedihnya karena saya akan kehilangan sapi yang sudah saya rawat sejak dilahirkan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyoroti tradisi Idul Adha di Indonesia, di mana hewan kurban disembelih sebagai bentuk pengabdian. Bagong, dengan berat 1,15 ton, menjadi contoh sapi kurban terberat yang dipilih oleh Presiden. Perawatan khusus, pengamanan ketat, dan rasa bangga serta kesedihan Rijal mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab dalam tradisi kurban.

Presiden Prabowo Subiantosapi jumbo BagongLimosinIdul Adha 2026Sulawesi BaratMamujuRp118juta

Komentar

Memuat komentar...