Jembatan III Palu Retak Pasca Gempa M 6,7 16 Juni 2026
Gambar atau konten salah?
Jembatan III Palu di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menampilkan keretakan di ujungnya setelah gempa bumi magnitudo M 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026. Pada pukul 14.00 Wita, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terlihat berada di jembatan yang menghubungkan Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Ki Maja.
Penutupan jalan di kedua sisi jembatan dilakukan dengan road barrier. Sejumlah warga berkumpul di kedua sisi Jembatan III Palu yang kini ditutup. Aparat kepolisian dan petugas dinas perhubungan (Dishub) berjaga di jembatan, mengalihkan kendaraan yang hendak melintas. Kendaraan dilarang melintas di jembatan setelah retak akibat gempa M 6,7.
Belum diketahui kapan arus lalu lintas di jembatan kembali dibuka. Beberapa kendaraan masih tampak menunggu, sementara yang lain memilih putar balik. Pada pukul 16.27 Wita, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid datang meninjau kondisi jembatan. Hadianto menyapa warga lalu melihat keretakan yang terjadi.
Gempa bumi M 6,7 Palu terjadi pada pukul 10.27 WIB (11.27 Wita) pada 16 Juni 2026. Episenter gempa berada pada koordinat 1,03° LS; 120,24° BT, tepatnya 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 km. BMKG melaporkan gempa tersebut menimbulkan kerusakan bangunan, termasuk dampak di Kabupaten Parigi Moutong hingga Sigi.
Kantor Bupati Sigi, hotel, dan auditorium kampus dilaporkan juga mengalami kerusakan. Saat ini yang sudah kami terima ada kerusakan kategori sedang di tiga wilayah, yaitu kantor Bupati Kabupaten Sigi, ujar Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu. Rahayu menjelaskan data tersebut berdasarkan laporan dari UPT BMKG dan BPBD setempat hingga pukul 12.00 Wita. Sejumlah rumah di Parimo juga mengalami kerusakan ringan.
“Kemudian di kota Palu di Hotel Santika kemudian ada di kafe di Kota Palu, kemudian ada auditorium Universitas Tadulako, kemudian ada Hotel Best Western dan juga Toko Star Kitchen,” tambah Rahayu, mencatat tempat-tempat yang terkena dampak.
Gempa ini menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan penilaian struktural jembatan di wilayah rawan gempa. Kerusakan pada Jembatan III Palu dan bangunan lain di sekitarnya menandai perlunya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk memastikan keamanan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
